Dilema Memfotokopi


Di era digital ini, kok rasanya masih ada saja ya urusan-urusan yang mengharuskan persyaratan dalam bentuk hard copy alias fotokopi. Bukan “masih ada” denk, ga berkurang lebih tepatnya. Tengok saja bagaimana ribet kompleksnya berurusan dengan birokrasi surat menyurat di kelurahan atau kecamatan. Semuanya serba kertas. Memang sih, sampai sekarang dunia digital belum sepenuhnya bisa menggantikan berkas-berkas dengan tingkat vulnerability tinggi, seperti: ijazah, akte kelahiran, paspor, dan lain-lain. Karena alasan rentan pemalsuan dan keabsahan masih cukup menjadi isu di negara ini. Belum lagi SDM-nya yang rata-rata masih terlalu dini untuk dikolaborasikan dengan sistem berbasis IT. Continue reading Dilema Memfotokopi

Uang Receh yang Nganggur


Bismillaah… Saya sih 93% yakin bahwa kebanyakan dari kita pasti “menimbun” uang koin receh, baik itu yang berupa kembalian, ataupun secara tidak sengaja “nemu” di kantong jaket / celana. Timbunannya pun beragam, ada yang “ditabung” dalam wadah toples bekas kue lebaran, ada yang disimpan di laci, dan ada pula yang dibiarkan “ambyar” di atas meja / bufet berharap suatu saat bisa langsung tinggal ambil kalau-kalau ada pengamen atau pengemis lewat depan rumah. Atau bentuk lain yang sekarang sepertinya sudah cukup punah, yaitu berupa celengan babi atau ayam. Kecenderungan “menimbun” ini menurut saya ada beberapa alasan yang mendasarinya, antara lain: Uang … Continue reading Uang Receh yang Nganggur