menghitung waktu sholat dengan java

Menghitung Waktu Sholat dengan Java


Bagi yang belum ngeh mengapa waktu sholat itu kok beda-beda di setiap daerah. Sudah gitu pake ada perhitungannya segala lagi. Ya… karena aturan yang diajarkan oleh Allah memang begitu. Salah satunya dapat dilihat pada ayat berikut, “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa 103). Di ayat yang lain juga ada, “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS Al-Isra 78). Dan beberapa dasar hukum lainnya yang dapat dibaca di sini. Cukup jelas. Cukup lengkap penjelasannya. Sehingga hal ini juga sekaligus menjawab anggapan-anggapan miring kalau Islam itu identik dengan konsep bumi datar (flat earth atau FE). Bukan ya bro. Islam ya Islam. FE ya FE. Jangan lantas membuat tuduhan tak mendasar kalau orang Islam itu PASTI menganggap bahwa bumi itu tidak bulat. Yuk mari saling beritikad baik dan terbuka. Boleh kok mengkaji dari sisi manapun, baik secara keilmuan eksakta ataupun berdasar literatur sejarah. Continue reading Menghitung Waktu Sholat dengan Java

Advertisements
permutasi kombinasi karakter algoritma rekursif

Tebakan Berujung Coding


Tema pembahasannya pun beraneka ragam. Ada yang serius membahas politik. Ada yang fokus dakwah agama. Ada pula yang menjadi ajang CLBK reuni teman-teman seangkatan yang dulu duduk bersama di bangku sekolahan. Sehingga obrolan ngalor-ngidul pun sah-sah saja. Termasuk yang isinya berupa obrolan ga penting, meme, hoax, juga tebakan. Nah… ada satu tebakan yang entah kenapa tiba-tiba membuat saya sekonyong-konyong coder. Hasrat untuk coding itu senyana-nyana kembali ada, di kala iman di dada sedang tipis-tipisnya, setipis dompet di celana. **halah lebay Walaupun bukan coding serius ya. Hanya “iseng” saja, sekadar mengasah sedikit logika algoritma yang sudah lama jarang dipakai. Oh ya, bagi yang belum tau apa itu coding silakan googling ya. Dan maaf kalau bahasa yang ada di postingan kali ini mungkin akan terlalu teknis. Continue reading Tebakan Berujung Coding

8-Puzzle Problem (Bagian 2)


Di postingan sebelumnya telah disebutkan bahwa terdapat dua (2) metodologi dasar yang digunakan yaitu Blind Search dan Heuristic Search. Keduanya termasuk ke dalam jenis Pencarian atau Searching yang melibatkan pohon pencarian. Untuk yang Blind Search tidak akan saya bahas lebih lanjut karena secara prinsip cukup sederhana penalarannya. Sebagai contoh, sebut saja Depth First Search, yang termasuk ke dalam golongan Blind Search, hanya melakukan penelusuran terhadap pohon pencarian secara mendalam pada salah satu jalur pencarian hingga menemui solusi. Atau Breadth First Search yang hanya melakukan pencarian dengan menelusuri setiap level dari pohon pencarian. Untuk itu, sebelum kita melangkah ke pembahasan mengenai Heuristic Search, terlebih dahulu kita perlu tahu apa yang disebut sebagai heuristic itu sendiri. Continue reading 8-Puzzle Problem (Bagian 2)

8-Puzzle Problem (Bagian 1)


Ok… postingan kali ini adalah tentang tugas perkuliahan Intelejensi Buatan Tingkat Lanjut (EL5133) yang membahas mengenai permasalahan 8-puzzle (8-Puzzle Problem). Dalam dunia artificial intelligence, permasalahan-permasalahan yang sederhana seperti 8-Puzzle ini sering digunakan sebagai miniatur simulasi pencarian solusi terhadap suatu masalah. Tentang seperti apa, mengapa, dan bagaimana penerapan 8-Puzzle Problem ini, ada baiknya kita uraikan satu per satu poin-poinnya. Continue reading 8-Puzzle Problem (Bagian 1)