Belajar dari 0 dan 1


Apa sih sebenarnya yang dapat kita representasikan ke dalam dunia digital? Apanya yang ada dan tidak ada? Atau apanya yang nyala atau mati? Jawabannya adalah ‘sesuatu‘ kalau kata Syahrini. Kita tahu, sesuatu itu jika dikatakan ada, maka dia pasti mempunyai atribut. Contoh: batu. Sebuah batu kita katakan ada bila dia mempunyai warna, berat, bentuk, kerapatan, jenis mineral, lokasinya dimana, namanya apa, suhu permukaannya berapa, dan masih banyak lagi. Sedangkan batu itu sendiri menempati ruang dan terikat hukum waktu. Karena itulah muncul terminologi pemrograman berorientasi objek (object oriented). Konsep yang didasarkan atas analogi sebuah objek di dunia nyata menjadi objek di dunia digital. Continue reading Belajar dari 0 dan 1