Sawah di Kota Bandung

Sawah di Tengah Kota


Tapi percaya atau tidak, dulu saya sempat berkeinginan menjadi ahli botani yang cukup punya andil dalam memajukan pertanian dan produksi pangan negara ini. Tapi entah mengapa hasrat itu seolah hilang dengan sendirinya karena ternyata saya mengejar cinta #eh cita yang berbeda. Dan dari yang semula mau ke Bogor, langsung berbelok ke Bandung. Ya, pikir saya waktu itu Bandung masih acceptable lah, masih sepi, dingin, suejuk, dan masih sempat mengalami berangkat kuliah dengan jalan kaki sambil bercengkerama menembus kabut di setiap paginya. Kalau sekarang, ya begitulah. Continue reading Sawah di Tengah Kota

Analogi Sambal Terasi

Analogi Sambal Terasi


Ga… begini lho, kemarin itu pas diskusi, ada satu bahasan yang menurut saya pas, yaitu tentang analogi sambal terasi. Untuk membuat sistem sebesar ini tidak akan mungkin kita bergerak sendiri-sendiri. Di sisi cabe-cabean percabean, harus ada petani yang mulai mengurusi produksi penanaman cabe. Dalam proses penanamannya juga perlu pupuk dari produsen pupuk agar tanaman cabe bagus produksinya. Di pabrik pupuk sendiri ada beberapa pihak yang terlibat. Di sisi lain, harus ada nelayan yang mengambil udangnya dari dasar laut, atau yang membudidayakannya di tambak-tambak. Harus ada juga orang-orang yang menyalurkannya ke pabrik-pabrik pengolahan hingga jadi terasi. Di pabrik juga perlu ratusan hingga ribuan orang yang bekerja memfermentasikan udang dan bahan-bahan lainnya sehingga menjadi terasi. Di sisi lain masih ada bawang. Hampir sama seperti cabe, perlu petani, produsen pupuk, distributor hasilnya ke pasar-pasar. Sisi yang lain? Masih banyak, sebut saja minyak goreng, jeruk nipis, kecap jika diperlukan, ulekan dan cobeknya, dan sebagainya dan sebagainya. Jika dirunut, untuk menghasilkan secobek sambal terasi yang uenak saja diperlukan banyak sekali pihak yang terlibat. Apalagi membangun sebuah smart city Continue reading Analogi Sambal Terasi

Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah


Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ridwan Kamil selaku walikota Bandung yang sudah menerapkan aturan denda bagi mobil-mobil yang tidak menyediakan tempat sampah di dalamnya. Terlepas dari pro dan kontra soal aturan ini, saya lebih dulu mengapresiasi saja. Karena bagaimanapun juga pak walikota sudah konkrit berinisiasi mengatasi permasalahan buang sampah sembarangan ini. Walaupun pasti ada celah kekurangan yang perlu dikritisi. Daripada tidak melakukan apa-apa. Daripada yang kerjaannya hanya nyinyir selalu. Daripada daripada kan mendingan mendingan. Continue reading Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah

Daerah Resapan Air


Kata tetangga yang sudah lama tinggal di daerah situ sih dulu tidak pernah kejadian seperti ini. Tapi semenjak dibangunnya apartemen Gateway Pasteur, yang memang lokasinya berbatasan langsung dengan kawasan permukiman, jadinya sering kekeringan. Begitu katanya. FYI, Gateway Pasteur (GP) adalah kawasan apartemen di Bandung utara yang sampai saat tulisan ini dibuat, pembangunannya masih berlangsung. GP sendiri menempati lokasi di area sebesar 5,5 Ha yang sebelumnya merupakan lahan kosong dengan beberapa pohon besar yang sudah tertanam entah dari tahun berapa. Continue reading Daerah Resapan Air

Bandung… Rainy Day


Bismillaah… Entah mengapa cuaca di Bandung akhir-akhir ini sangat kurang bersahabat. Setelah sekitar selama satu minggu sebelumnya begitu cerah dan terang benderang, tiba-tiba hari ini, selepas waktu dhuhur, hujan turun dengan begitu derasnya. Bahkan di beberapa ruas jalan seperti jalan Surapati (Suci), air pada turun ke jalan laiknya para anggota ormas yang akan melakukan demo (halah lebay hehe). Akibatnya, di ujung jalan layang Pasupati sedikit mengalami kemacetan dikarenakan banyaknya kendaraan yang mogok. Saya sendiri sempat khawatir bahwa motor yang saya tumpangi bakal bernasib serupa. Bagaimana tidak, air yang tergenang sudah mencapai mata kaki saya, yah meskipun tidak setinggi lutut orang … Continue reading Bandung… Rainy Day