8-Puzzle Problem (Bagian 3)


Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai 8-Puzzle Problem, kali ini mungkin saya hanya akan berbagi alternatif implementasi terkait algoritma Hill Climbing. Pada uraian sebelumnya, dicontohkan implementasi Hill Climbing dalam bahasa Java, namun sekarang saya coba contohkan penerapannya menggunakan C++ sederhana. Perlu diketahui bahwa contoh implementasi berikut ini belum menggunakan konsep berorientasi objek, jadi masih murni prosedural. So… let see the idea… Continue reading 8-Puzzle Problem (Bagian 3)

Advertisements

8-Puzzle Problem (Bagian 2)


Di postingan sebelumnya telah disebutkan bahwa terdapat dua (2) metodologi dasar yang digunakan yaitu Blind Search dan Heuristic Search. Keduanya termasuk ke dalam jenis Pencarian atau Searching yang melibatkan pohon pencarian. Untuk yang Blind Search tidak akan saya bahas lebih lanjut karena secara prinsip cukup sederhana penalarannya. Sebagai contoh, sebut saja Depth First Search, yang termasuk ke dalam golongan Blind Search, hanya melakukan penelusuran terhadap pohon pencarian secara mendalam pada salah satu jalur pencarian hingga menemui solusi. Atau Breadth First Search yang hanya melakukan pencarian dengan menelusuri setiap level dari pohon pencarian. Untuk itu, sebelum kita melangkah ke pembahasan mengenai Heuristic Search, terlebih dahulu kita perlu tahu apa yang disebut sebagai heuristic itu sendiri. Continue reading 8-Puzzle Problem (Bagian 2)

8-Puzzle Problem (Bagian 1)


Ok… postingan kali ini adalah tentang tugas perkuliahan Intelejensi Buatan Tingkat Lanjut (EL5133) yang membahas mengenai permasalahan 8-puzzle (8-Puzzle Problem). Dalam dunia artificial intelligence, permasalahan-permasalahan yang sederhana seperti 8-Puzzle ini sering digunakan sebagai miniatur simulasi pencarian solusi terhadap suatu masalah. Tentang seperti apa, mengapa, dan bagaimana penerapan 8-Puzzle Problem ini, ada baiknya kita uraikan satu per satu poin-poinnya. Continue reading 8-Puzzle Problem (Bagian 1)