Photography101-Bliss

Photography 101: Bliss – Ignorance is a Bliss


Some said ignorance is a bliss. You will always feel happy when you do not know what makes you unhappy. You will never get into trouble when you really do not know what the trouble means. What makes us human being so complex is because we are always concerned about the complexity itself. Relax, enjoy your existence, live your life as the greatest gift ever. Continue reading Photography 101: Bliss – Ignorance is a Bliss

Advertisements
Turnamen-Foto-Perjalanan---Langit-Biru-Goodbye

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 57: Langit Biru


Ceritanya, di rangkaian perjalanan keliling Asia Tenggara selama 10 hari beberapa tahun lalu yang belum pernah saya ulas sama sekali di blog ini, saya mengambil kesempatan untuk mengabadikan momen hari terakhir dimana kami semua harus kembali ke Jakarta dan menjalani aktivitas keseharian masing-masing. Goodbye my friends, I really have a nice trip with you all.. Continue reading Turnamen Foto Perjalanan Ronde 57: Langit Biru

Photography101-Home

Photography 101: Home – Fireplace


My favorite spot at my grandma’s house when I was a child. I grew up here until I moved to Surabaya, the biggest city in the same province. It has so many memories here and the fireplace has never changed at all. When we operate this type of fireplace, the smell of bitter usually sticks to the clothes and it will be difficult to remove it. My mom sometimes yelled at me because I often played with the firewood. But, kid will always be a kid, I always enjoyed playing with that kind of stuff. Continue reading Photography 101: Home – Fireplace

Sawah di Kota Bandung

Sawah di Tengah Kota


Tapi percaya atau tidak, dulu saya sempat berkeinginan menjadi ahli botani yang cukup punya andil dalam memajukan pertanian dan produksi pangan negara ini. Tapi entah mengapa hasrat itu seolah hilang dengan sendirinya karena ternyata saya mengejar cinta #eh cita yang berbeda. Dan dari yang semula mau ke Bogor, langsung berbelok ke Bandung. Ya, pikir saya waktu itu Bandung masih acceptable lah, masih sepi, dingin, suejuk, dan masih sempat mengalami berangkat kuliah dengan jalan kaki sambil bercengkerama menembus kabut di setiap paginya. Kalau sekarang, ya begitulah. Continue reading Sawah di Tengah Kota

Analogi Sambal Terasi

Analogi Sambal Terasi


Ga… begini lho, kemarin itu pas diskusi, ada satu bahasan yang menurut saya pas, yaitu tentang analogi sambal terasi. Untuk membuat sistem sebesar ini tidak akan mungkin kita bergerak sendiri-sendiri. Di sisi cabe-cabean percabean, harus ada petani yang mulai mengurusi produksi penanaman cabe. Dalam proses penanamannya juga perlu pupuk dari produsen pupuk agar tanaman cabe bagus produksinya. Di pabrik pupuk sendiri ada beberapa pihak yang terlibat. Di sisi lain, harus ada nelayan yang mengambil udangnya dari dasar laut, atau yang membudidayakannya di tambak-tambak. Harus ada juga orang-orang yang menyalurkannya ke pabrik-pabrik pengolahan hingga jadi terasi. Di pabrik juga perlu ratusan hingga ribuan orang yang bekerja memfermentasikan udang dan bahan-bahan lainnya sehingga menjadi terasi. Di sisi lain masih ada bawang. Hampir sama seperti cabe, perlu petani, produsen pupuk, distributor hasilnya ke pasar-pasar. Sisi yang lain? Masih banyak, sebut saja minyak goreng, jeruk nipis, kecap jika diperlukan, ulekan dan cobeknya, dan sebagainya dan sebagainya. Jika dirunut, untuk menghasilkan secobek sambal terasi yang uenak saja diperlukan banyak sekali pihak yang terlibat. Apalagi membangun sebuah smart city Continue reading Analogi Sambal Terasi

Testimoni Palsu

Testimoni Palsu


Penyampaian nilai suatu produk atau value proposition appraisal, khususnya yang menyangkut kepuasan pengguna akan manfaat dari produk tersebut biasa disebut testimoni. Karena sudah menyangkut kepuasan, maka sudah sewajarnya kalau si pengguna merasakannya terlebih dahulu baru berkilah. Tapi dengan semakin brutalnya persaingan bisnis, sepertinya proses normatif tersebut seakan cukup halal untuk boleh dilewati. Ya, kalau memang produknya sendiri sudah umum, seperti layanan booking hotel online, e-commerce, forum, mungkin masih OK. Setidaknya kalau belum pernah menjadi pengguna, cukup dengan melihat berbagai review yang ada sudah cukup. Tapi kalau sudah menyangkut produk yang harus dicoba dulu sebanyak N kali, rasanya kok ya kurang afdhol. Continue reading Testimoni Palsu

Come and Join Us in The First BEC Meet Up; Blogging in English Confidently


Originally posted on Blog English Club:
Hello BEC’ers, We invite you to The First BEC Meet Up; Blogging in English Confidently with OllieΒ  (Co-Founder of Nulis Buku.com & Blogger Salsabeela.com) as our Speaker. This event will be held on: Day/ Date: Saturday/ February 28, 2015 Time: 11 am – 01.00 pm Venue: The Library of Kemendikbud, 500 meter of FX, Senayan. I WANT TO ATTEND BUT I HAVEN’T REGISTERED AS A MEMBER YET. Sure, why not? Just register here. What DO I need to bring? You only need to come with a spirit to LEARN and CONNECT. Also please prepare… Continue reading Come and Join Us in The First BEC Meet Up; Blogging in English Confidently

Weekly Photo Challenge - Symmetry

Weekly Photo Challenge – Symmetry


Recently, I learnt about 360 digital panoramic photography styles. The concept itself is just quite unnatural. Combining a series of sequential photograph into one image which cover all of a 360 degrees viewpoint. For your information, a full spherical format of 360 panoramic photography has three (3) types of projection. Equirectangular, little planet, and cubic. It depends on what kind of usages that we want. If we are going to create a 360 world simulation, then equirectangular or cubic would fit the most. But, if we aim for just an artistic single photograph, little planet is the best I think. By some luck, I realized that the little planet projection have a similar characteristic, its symmetrical aspects. It sounds interesting. Continue reading Weekly Photo Challenge – Symmetry

Liburan ke Surabaya

Liburan Hemat ke Surabaya [Tips]


Memang agak aneh rasanya, saya ini orang Surabaya asli, tapi kok malah membahas liburan hemat ke kota kelahiran saya sendiri. Ya jelas saja hemat, lha wong setiap kali ke Surabaya itu pasti judulnya pulang kampung, bukan liburan dalam artian berlibur terus pulang. Tidur ya pastinya nginep di kamar rumah sendiri. Makanan ya pasti makan masakan Ibuk tercinta. Biaya transportasi? Nah, ini mungkin yang bisa saya kasih sedikit bocoran. Walaupun belum tentu yang paling murah ya bos. Anda jangan asal menuduh saya tahu segala hal soal harga. Keterlaluan. πŸ˜€ Continue reading Liburan Hemat ke Surabaya [Tips]

Minyak Kayu Putih - Daily Problems & Solutions

Tato Tulang Ikan


Di musim penghujan yang serba dingin dan rentan meriang ini, ada baiknya kita prepare segala sesuatu yang menyangkut kondisi tubuh kita. Mulai dari mengatur pola makan, menjaga kebugaran, hingga beraneka macam treatment agar tubuh kita tetap fit dan sehat. Ya, ujung-ujungnya tentu saja agar kita bisa beraktivitas normal, berkarya secara maksimal, sehingga cita-cita pun terkejar dengan optimal. Aamiin. Continue reading Tato Tulang Ikan

Tangled Wires - Odd Balls

Cee’s Odd Ball Photo Challenge: Tangled Wires


Today, Jakarta and surrounding areas were hit by floods. A total of 428 electrical substations has been turned off to keep the situation saved. I hope there will be no dangerous occurrences caused by the floods. By the way, I have found some oddities on an electrical substation several years ago. It is located in Ho Chi Minh City, Vietnam. I wonder how the technician can handle all of the cables if there is a problem in there. Continue reading Cee’s Odd Ball Photo Challenge: Tangled Wires

Jejak Digital


Bagaimana nasib data kita yang sudah terlanjur tersebar ke dunia maya? Kalau dipikir-pikir, sekalinya kita terkoneksi ke internet dan mengunggah sesuatu, itu artinya dalam waktu sekian detik, data yang kita unggah akan menyebar ke seluruh dunia. Karena data digital itu seperti halnya kunci rumah, bisa diduplikat dengan mudahnya, kapan saja, prosesnya bisa sangat cepat, sama persis lagi. Duplikasinya juga bisa sangat banyak. Jangankan satu dua tiga empat lima kopian, sebanyak 200 lembar bolak-balik saja tidak masalah. Continue reading Jejak Digital

Connect the Dots

Connecting the Dots [EF#5]


From my point of view, we ourselves can not predict our own future. Not even one second ahead. So then, it is kind of useless when we try to look forward about our dots. It is not possible. We may put some plans on the table. We may create some priority list. It is OK, it shall seem like that. But the main important thing is we need to do the best of anything we can do. Because we never know what the best scenario that suits us better. That is truly the art. Continue reading Connecting the Dots [EF#5]

bandung, ramah, someah

Basa-Basi Budaya Ketimuran


Ketika bertamu ke rumah orang, biasanya kita langsung disapa dengan, “silakan, anggap saja rumah sendiri”. Maksudnya adalah kita sebagai tamu tidak perlu bersikap malu-malu dan sungkan kepada pemilik rumah. Rileks saja selayaknya sedang berada di rumah sendiri. Duduk santai saja seperti sedang di pantai. Numpang buang air boleh. Numpang buang sampah juga OK. Asal jangan numpang sholat dan nonton TV. Ga akan bisa sholat sambil nonton TV. Batal. Continue reading Basa-Basi Budaya Ketimuran

Cerminan Orangtua [Anak]


We are what we repeatedly do. Baik dan buruknya yang kita lakukan sebagai orangtua, 98% akan diserap oleh anak. Oleh sebab itu kebiasaan menjadi hal yang penting. Jangan heran jika ada kasus kenakalan anak usia sekolah karena latar belakang keluarganya yang broken home. Karena kondisi yang seperti itu sangat mungkin berpotensi menjadi pemicunya. Continue reading Cerminan Orangtua [Anak]

the devil nobita

What If Nobita was a Genius [EF#4]


What if I say that Nobita has a chance to become a genius boy. Will this world become better? Is Nobita wise enough to control the powers that already at his hands? Do you still believe that Nobita is a good guy? Some said we may trust everyone, but not the devil inside them — John Bridger, Italian Job. The one you look as a saint today is not always the same person you will see tomorrow. So I think it would be an exciting viewpoint. Continue reading What If Nobita was a Genius [EF#4]

menulis blog menggunakan bahasa inggris

Menulis Blog Menggunakan Bahasa Inggris


Ada orang bilang, “Jangan remehkan perasaan, karena perasaan itu merupakan kumpulan pengalaman dan pengamatan yang dibumbui oleh suasana hati.” :mrgreen:. Pada prinsipnya, semakin banyak pengalaman dan pengamatan kita, perasaan kita juga akan semakin terasah. Kalau konteksnya adalah tulisan dalam bahasa Inggris, ya banyak-banyaklah membaca buku berbahasa Inggris, sering-seringlah menonton film tanpa subtitle bahasa Indonesia, dan asahlah dengan menulis, menulis, dan menulis. Sehingga mungkin suatu saat kita akan bilang, “Perasaan yang bener gini deh…”. Continue reading Menulis Blog Menggunakan Bahasa Inggris

Belajar dari 0 dan 1


Apa sih sebenarnya yang dapat kita representasikan ke dalam dunia digital? Apanya yang ada dan tidak ada? Atau apanya yang nyala atau mati? Jawabannya adalah ‘sesuatu‘ kalau kata Syahrini. Kita tahu, sesuatu itu jika dikatakan ada, maka dia pasti mempunyai atribut. Contoh: batu. Sebuah batu kita katakan ada bila dia mempunyai warna, berat, bentuk, kerapatan, jenis mineral, lokasinya dimana, namanya apa, suhu permukaannya berapa, dan masih banyak lagi. Sedangkan batu itu sendiri menempati ruang dan terikat hukum waktu. Karena itulah muncul terminologi pemrograman berorientasi objek (object oriented). Konsep yang didasarkan atas analogi sebuah objek di dunia nyata menjadi objek di dunia digital. Continue reading Belajar dari 0 dan 1

pervasive, ubiquitous

Gadget in a Pervasive World [EF#3]


Sometimes, we do interact with our gadgets as its normal state. I mean, we do not even think about the background processes that involved. We do not even care about the number of commands that will be executed when we press a “play” button on our smart TV. We might not need to imagine what kind of algorithm which is run by our fuzzy washing machine. That is because gradually, we will not realize it as is used to be. Continue reading Gadget in a Pervasive World [EF#3]

The Wildest Dream: Becoming a President [EF#2]


Most people do not know what will they do in the future, in detail. But when we are talking about dreams, it seems that everyone has their own stories of what do they most want to do. Climbing the highest mountain peak in the world? Going around to the most exotic spots in every country? Or just spending the old days with fishing and farming? Continue reading The Wildest Dream: Becoming a President [EF#2]

moving on

Moving On [EF#1]


Some people have had developed their resolution into something that only the future can hold. It is called prediction, or we used to mention it as forecast, on an extremely special case definition. In my opinion, prediction is more reasonable. It is because, basically, the predictions are based on statistics. Prediction about the trends of the web design, weather prediction, and so on. While I am not really sure what basis that is used by the forecast. Continue reading Moving On [EF#1]

Persiapan Pulang


Akibat kejadian ini dan beberapa peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat yang cukup kerap melanda maskapai penerbangan Indonesia, saya jadi mikir. Bagaimana jika seandainya saya adalah salah satu penumpang dari pesawat yang jatuh tersebut. Takut, itu pasti. Beberapa kali naik pesawat, kadang tangan dan kaki saya gemetar dengan sendirinya. Mungkin saya menderita phobia ketinggian, walaupun logika saya tetap menolak hal itu. Tapi di samping itu, mungkin saya akan merasa bersyukur, karena sempat mempersiapkan diri sebelum berpulang, walaupun sesaat. Continue reading Persiapan Pulang

Makan Apa?


Pertimbangan paling utama adalah, siapa yang kita beri makan. Kebanyakan orang, termasuk saya sendiri, seringkali lupa siapa sesungguhnya yang kita beri makan. Makanan sih masuknya ke tubuh kita. Tapi seringnya yang justru kita beri “sesajen” adalah nafsu, amarah, stres, patah hati, kebosanan, dan sejenisnya. Berapa banyak orang yang tiba-tiba menjadi makhluk buas pemakan segala ketika sedang stres? Berapa banyak orang yang ketagihan mengonsumsi asap rokok dan kopi pahit demi mengusir rasa bosan? Berapa banyak orang yang mati nenggak narkoba hanya karena gengsi pada awalnya? Continue reading Makan Apa?

ATM windows xp

ATM Bermasalah


ATM-nya restart sendiri bo’. Perasaan, ATM itu di-restart kalau pas ada petugasnya datang, pas mau refill uangnya. Ya bukan ya? Atau saya saja yang ndeso. Hehe. Karena kepo, ya sudah, saya pantengin saja sekalian, mulai dari booting sampai jalan lagi aplikasinya. Rupanya spek komputernya terhitung jadul. Kalau tidak salah ya… prosesor masih menggunakan Pentium 4, RAM masih di kisaran 512MB, dan OS-nya menggunakan Windows XP. Berhubung sudah kepalang kepo, pas proses booting sengaja saya pencet-pencet semua tombolnya. Berharap ada sesuatu yang terjadi. Dan ternyata benar, proses booting-nya sempat ter-interrupt. Continue reading ATM Bermasalah

Gigit [Dua Dunia]


Kombinasi yang aneh. Satunya dari dunia medis, sementara yang satu lagi dari dunia digital. Yang satu berurusan dengan banyak orang. Sementara yang satu lagi hanya berkutat dengan benda virtual yang sejatinya adalah benda mati. Seakan tidak nyambung. Tapi alhamdulillah kami begitu menikmati kebersamaan kami. Saling melengkapi, saling support, dan maju bersama dalam cinta. Continue reading Gigit [Dua Dunia]

desain web bagian 3

Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 3)


Postingan ini adalah lanjutan dari bagian kedua, Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 2).

Kalau rentang-rentang waktu sebelumnya saya masih sedikit terlibat dalam pembuatan web, sehingga lumayan tahu apa yang menjadi tren dan bagaimana detailnya. Namun untuk yang ini saya sudah mulai jarang ikut andil, lebih banyak di mobile apps. Jadinya mungkin hanya sebatas review dari sumber-sumber yang pernah saya baca saja. Continue reading Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 3)

desain web bagian 2

Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 2)


Postingan ini adalah lanjutan dari bagian pertama, Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 1).

Rentang masa yang ini sepertinya lebih beragam tipikalnya. Mungkin karena perkembangan teknologi web waktu itu pas sedang dalam kondisi hebat-hebatnya **apa sih**. Atau mungkin sayanya saja yang merasa demikian karena baru merasakan keluar dari kungkungan dunia perkuliahan lalu masuk dunia kerja. Tapi yang jelas memang terlihat banyak pernak-pernik yang mewarnai desain web di rentang 2005 – 2008. Continue reading Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 2)

desain web bagian 1

Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 1)


Sebenarnya terlintas di pikiran mau mendokumentasikan sejarah komplit tentang perkembangan web design dari masa ke masa. Tapi berhubung belum nemu sumbernya, referensinya sedikit, ga terlalu kompeten, bukan profesional di dunia web, ga bisa print screen halaman web yang telah lampau **banyak alasan lah pokoknya**, ya sudah, cerita saja based on pengamatan dan pengalaman. Continue reading Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 1)

uang receh

Membeli Bensin dengan Uang Receh


Ternyata, bertransaksi menggunakan uang berbentuk receh-ceh dengan volume yang banyak-nyak, masih acceptable lho. Tapi, sebaiknya jangan langsung dikumpulkan dalam satu wadah, lalu dibawa apa adanya, hingga berbunyi “kricik-kricik”. Selain bunyinya cukup mengganggu, proses pembayaran yang nantinya kita lakukan akan jadi merepotkan. Ya masa musti dihitung satu-satu dulu di depan yang jualan. Kalau belinya di warung beras Bu Lela di pojokan gang yang relatif sepi sih gapapa. Tapi kalau transaksinya di tempat-tempat yang ada antrian panjangnya, seperti: pom bensin, minimarket, atau supermarket, ya bisa-bisa dimarahi orang-orang sekampung. Continue reading Membeli Bensin dengan Uang Receh

Dilema Memfotokopi


Di era digital ini, kok rasanya masih ada saja ya urusan-urusan yang mengharuskan persyaratan dalam bentuk hard copy alias fotokopi. Bukan “masih ada” denk, ga berkurang lebih tepatnya. Tengok saja bagaimana ribet kompleksnya berurusan dengan birokrasi surat menyurat di kelurahan atau kecamatan. Semuanya serba kertas. Memang sih, sampai sekarang dunia digital belum sepenuhnya bisa menggantikan berkas-berkas dengan tingkat vulnerability tinggi, seperti: ijazah, akte kelahiran, paspor, dan lain-lain. Karena alasan rentan pemalsuan dan keabsahan masih cukup menjadi isu di negara ini. Belum lagi SDM-nya yang rata-rata masih terlalu dini untuk dikolaborasikan dengan sistem berbasis IT. Continue reading Dilema Memfotokopi

polisi tidur

Polisi Tidur


Entah apakah sekarang masyarakat begitu murka akan banyaknya alay’ers dengan kebiasaan berkendaranya yang ngawur. Ataukah hanya gebyah uyah ke semua pengguna jalan, tanpa terkecuali, mungkin termasuk gubernur. Atau hanya karena masalah dana pembangunan dari pemkot yang tidak mengucur. Sehingga banyak yang berinisiatif membangun sendiri sekenanya walaupun tanpa jasa insinyur. Sehingga jangankan ada marka atau rambu yang dipasang, coraknya pun dengan warna jalan di sekelilingnya kebanyakan membaur. Apalagi pas hujan deras mengguyur. Pengendara motor yang ngebut di malam hari pasti akan jatuh babak belur. Dan misi warga sekitar pun sukses karena strateginya manjur. Continue reading Polisi Tidur

Berlawanan


Semoga bisa lebih berhati-hati dalam penggunaan kata-kata berlawanan semacam ini. Karena segala perkataan yang berkaitan dengan orang lain adalah ghibah. Dan niat melebihkan diri sendiri atas yang lain berpotensi ada unsur riya’ di dalamnya. Setiap perkataan juga bisa jadi merupakan sebagian dari doa. Apa yang diucapkan mungkin akan kembali ke diri kita sendiri. Mohon ingatkan juga saya yang banyak lupa ini untuk berhati-hati dalam segala ucapan dan perkataan. Jika ada yang kurang berkenan, mohon maaf. Continue reading Berlawanan

Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah


Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ridwan Kamil selaku walikota Bandung yang sudah menerapkan aturan denda bagi mobil-mobil yang tidak menyediakan tempat sampah di dalamnya. Terlepas dari pro dan kontra soal aturan ini, saya lebih dulu mengapresiasi saja. Karena bagaimanapun juga pak walikota sudah konkrit berinisiasi mengatasi permasalahan buang sampah sembarangan ini. Walaupun pasti ada celah kekurangan yang perlu dikritisi. Daripada tidak melakukan apa-apa. Daripada yang kerjaannya hanya nyinyir selalu. Daripada daripada kan mendingan mendingan. Continue reading Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah

Sapalah dengan Nama


Kalau ada orang menanyakan ke saya tentang pekerjaan apa yang paling boring di dunia? Mungkin akan saya jawab, pekerjaan yang paling boring di dunia ini adalah petugas loket pembayaran pintu tol. Setidaknya itu yang saya amati sekarang. Bayangkan saja, mereka melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang, dengan posisi duduk yang sama, tidak bisa kemana-mana, dan dalam waktu yang relatif lama setiap harinya. Saya kurang tahu berapa jam shift yang diberlakukan untuk pekerjaan ini. Tapi yang jelas saya pernah bertransaksi dengan petugas yang sama ketika membayar tol pas berangkat sampai berangkat lagi (bolak balik dua kali). Padahal jeda keberangkatan yang pertama dengan yang kedua cukup lama. Sekitar 4-5 jam. Continue reading Sapalah dengan Nama

Daerah Resapan Air


Kata tetangga yang sudah lama tinggal di daerah situ sih dulu tidak pernah kejadian seperti ini. Tapi semenjak dibangunnya apartemen Gateway Pasteur, yang memang lokasinya berbatasan langsung dengan kawasan permukiman, jadinya sering kekeringan. Begitu katanya. FYI, Gateway Pasteur (GP) adalah kawasan apartemen di Bandung utara yang sampai saat tulisan ini dibuat, pembangunannya masih berlangsung. GP sendiri menempati lokasi di area sebesar 5,5 Ha yang sebelumnya merupakan lahan kosong dengan beberapa pohon besar yang sudah tertanam entah dari tahun berapa. Continue reading Daerah Resapan Air

Kata-kata Pertama


“Ooeek ooeek” adalah kata-kata pertama yang diucapkan oleh seorang bayi ketika baru lahir ke dunia. Kita tidak pernah tahu apa artinya. Apakah minta minum, apakah teriak kesakitan, apakah tertawa bahagia, ataukah justru sejatinya adalah ucapan pertama atas nama Dzat yang meniupkan ruhnya sewaktu masih di dalam kandungan. Karena hanya itu yang dia kenal pada waktu itu. Kita sendiri juga tidak akan ingat mengapa kita juga mengucapkan hal yang sama. Orang-orang sih menyebutnya sebagai suara tangisan. Ya karena tangisan itulah istilah satu-satunya yang kita kenal ketika pertama kali lahir dari rahim sang ibunda kita tercinta. Continue reading Kata-kata Pertama