Kajian Tafqih - Syahadat

Kajian Tafqih – Syahadat [#1]


Sudah lebih dari seminggu yang lalu saya memutar balik rekaman audio kajian tafqih sesi 5 dan 6. Bahkan sampai sempat diulang-ulang terutama pada bagian yang membahas hadits dan ayat quran, karena harus detail. FYI, kedua sesi tersebut merupakan salah dua dari rangkaian materi kajian yang inti keseluruhannya adalah perihal aqidah, tauhiid, dan keimanan. Karena ternyata tidaklah sesimpel yang dibayangkan, maka dibagilah menjadi delapan sesi. Nah, ceritanya, kedelapan sesi tersebut sudah usai. Berikutnya adalah tugas para peserta untuk membawakan kembali materi-materi yang pernah diulas dari sesi 1 sampai sesi 8. Kemarin pagi adalah pas giliran saya sebagai pemateri untuk bahasan sesi 5. Kira-kira kurang lebihnya begini rangkumannya: Continue reading Kajian Tafqih – Syahadat [#1]

Advertisements
dakwah - kita adalah dai sebelum menjadi apapun

[Kamisimak #6] Apa yang Sebenarnya Kita Dakwahkan?


Bagaimana kabarmu dan keimananmu hari ini? Semoga tetap joss. Semoga kita juga tetap menjadi orang-orang yang beruntung. Orang-orang yang selalu berusaha mendekat kepadaNya. Hingga hidayah pun tak jauh-jauh membasahi jiwa ini. Jiwa rapuh yang mengharap rindu akan pertemuan denganNya. Aamiin. Continue reading [Kamisimak #6] Apa yang Sebenarnya Kita Dakwahkan?

adab terhadap diri sendiri muraqabah muhasabah mujahadah

[Kamisimak #5] Adab Terhadap Diri Sendiri


Konon katanya media sosial itu gudangnya para ahli. Dari ahli hukum, ahli nujum, sampai politisi. Saking ahlinya, semua orang berhak menjadi penegak keadilan yang sakti. Tanpa proses pendidikan yang tinggi. Tanpa perlu keahlian yang mumpuni. Juga tanpa perlu telaah yang berisi. Tak sepakat sedikit langsung dihakimi. Agak anti-mainstream langsung kena bully. Rasa-rasanya masing-masing orang ingin dimengerti. Tapi lupa orang lain juga punya pertimbangan dan hati. Tak pelak ungkapan-ungkapan kebinatangan pun kerap mengikuti. Bersama sumpah serapah penuh benci hingga caci maki. Kalau sudah begini, di mana adabmu wahai bangsa yang katanya ramah tamah kau jadikan sebagai budaya dan tradisi? Continue reading [Kamisimak #5] Adab Terhadap Diri Sendiri

Mencatat Transaksi

[Kamisimak #4] Mencatat Transaksi


Ada yang pernah mengalami tidak, uang belanja bulanan tiba-tiba menguap saja seketika, padahal perasaan tidak membeli apa-apa? Saya termasuk yang lumayan sering mengalami hal ini. Ada beberapa rekan yang mengatakan bahwa kejadian semacam inilah yang disebut tidak barokah / berkah. Apanya yang tidak barokah? Bisa jadi, karena tidak / belum melakukan sedekah. Atau kita belum melakukan dengan baik atas apa yang sudah dianjurkan pada setiap proses mu’amalah1 yang kita lakukan, yaitu mencatat transaksi. Continue reading [Kamisimak #4] Mencatat Transaksi

sedekah jual beli hutang riba

[Kamisimak #3] Sedekah, Jual Beli, Hutang, dan Riba


Hubungan dan interaksi manusia dengan manusia lainnya dalam hal harta dan kepemilikan mencakup empat (4) hal: via sedekah, melalui jual beli, dengan hutang, serta dalam cengkeraman riba dan segala jenis turunannya. Sedekah dengan harta yang halal dan jual beli dengan cara yang baik sangat dianjurkan. Bahkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi yang sangat timpang dan tidak merata seperti saat ini. Hutang sebaiknya dihindari karena pada dasarnya hutang adalah penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Sedangkan riba WAJIB ditinggalkan karena tidak ada satupun kebaikan di dalam riba. Continue reading [Kamisimak #3] Sedekah, Jual Beli, Hutang, dan Riba

tidak ada yang sia-sia quote mario teguh

[Kamisimak #1] Tidak Ada yang Sia-sia


Sungguh sejatinya tidak ada yang sia-sia dengan segala penciptaan di alam semesta ini. Bulan, bintang, matahari, tanah, air, batu, api, beraneka jenis tanaman, hewan melata, ikan, burung, semua ada bukan tanpa alasan. Bahkan kecoa sekalipun diciptakan untuk suatu tujuan. Selain untuk diinjak tentunya. Dan segala kebesaran Sang Maha Pencipta yang mampu menjadikan semua itu ada dalam naungan hukum-hukumNya. Tapi keberadaan ini hanya berlaku bagi kita yang mempunyai akal dan mau berpikir. Hanya dengan mengingat kita bisa berpikir jernih. Itulah mengapa kita diharuskan untuk selalu mengingat, bersyukur, dan berdzikir atas kebesaran Allah dalam kondisi apapun, baik ketika berdiri, duduk, ataupun dalam keadaan berbaring. Continue reading [Kamisimak #1] Tidak Ada yang Sia-sia