Mad Max: Fury Road

[Review] Mad Max: Fury Road


Kesan pertama ketika melihat film ini adalah “ini film apa sih?”, orangnya jelek-jelek semua, dunianya rusuh, sampai hampir sumpek melihatnya. Tadinya saya sempat berkomentar, “ini niatnya nyari hiburan malah dapet keruwetan”. Tapi setelah beberapa menit penayangan rupanya anggapan miring saya menjadi agak bergeser. Kesan out of the box rupanya mulai dihadirkan ketika aksi meloloskan diri sang jagoan, Max Rockatansky, yang saya pikir “begini”, dan mungkin kebanyakan orang-orang mengiranya juga “begini”, ternyata “lho.. kok gitu?? hahaha”. Saya sengaja tambahkan “hahaha” karena memang secara visual film ini menghadirkan bumbu-bumbu komedi dari awal sampai akhir. Walaupun kalau dilihat sebenarnya tidak ada kesan sama sekali ke arah sana. Bingung kan? Tapi inilah salah satu poin yang sangat kuat dalam film ini, menurut saya. Continue reading [Review] Mad Max: Fury Road

Advertisements

Rurouni Kenshin: The Legend Ends


Bismillaah… Sudah hafal jalan ceritanya, sudah tahu endingnya bakal seperti apa, tapi masih pingin ditonton, itulah film berjudul Rurouni Kenshin. Film layar lebar yang dikemas dalam tiga seri (trilogi) ini disadur dari versi animenya, Samurai-X, yang dulu merupakan salah satu tontonan TV wajib bagi saya ketika masih “lucu-lucunya” πŸ˜› . Rurouni Kenshin seri pertama diputar sekitar bulan September 2012 di Indonesia. Kesannya, lumayan keren, ga lebay, tidak ada efek-efek yang berlebihan. Hanya saja mungkin agak terasa wagu. Mungkin karena ekspektasi yang berbeda dibandingkan versi animenya. Lalu, sekitar sebulan lalu seri keduanya dirilis, Kyoto Inferno. Secara keseluruhan menurut saya lebih bagus … Continue reading Rurouni Kenshin: The Legend Ends