Pasar Seni ITB 2014

Laporan Pandangan Mata: Pasar Seni ITB 2014


Sepertinya kurang afdhol kalau sebagai salah seorang mantan penghuni kampus alumni tidak ikut memberitakan Pasar Seni ITB. Event yang diadakan setiap empat (4) tahun sekali ini adalah salah satu bentuk apresiasi seni, desain, dan kriya yang digaungkan oleh ITB dalam sebuah acara berbentuk festival, yang “katanya” diklaim merupakan terbesar se-Asia Tenggara sejak tahun 1972. Continue reading Laporan Pandangan Mata: Pasar Seni ITB 2014

Kesulitan Komunikasi & Bahasa


Bismillaah… Sekitar tahun 2009an saya pernah diundang untuk interview kerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan (kebetulan) berlokasi di Jakarta. Singkat kata… proses interview berjalan layaknya seperti tidak sedang interview (lha kok?!). Ya memang begitu kenyataannya. Si bapak yang “katanya” mau meng-interview saya begitu melihat dan bersalaman, langsung bilang, “Mas, Anda tidak ada niatan kerja di sini kan? Gapapa, kita ngobrol-ngobrol saja lah.. yuk”. Wah, sakti bener si bapak. FYI, memang benar waktu itu saya tidak ada niatan untuk bekerja di tempat tersebut. Hanya bermaksud memenuhi janji kepada teman yang sudah susah payah memberikan tawaran pekerjaan. … Continue reading Kesulitan Komunikasi & Bahasa

Tele-Smiling


Bismillaah… Percaya tidak, kalau senyum itu selain bisa terlihat juga bisa terdengar? Coba saja bandingkan suaranya penyiar radio favorit yang sedang siar. Dengan suaranya mas-mas Mc.D delivery yang nampak datar. Atau suaranya mbak-mbak asuransi perbankan yang sedang menawarkan produknya secara gencar. Dengan operator penjualan tiket kereta api online yang kadang emosi dan tidak sabar. Hanya karena salah bertanya, “Mbak, hari kamis minggu depan itu tanggal 27 kan ya, benar?” Hehehe… Tapi bener lho, kadang saya suka memperhatikan dan menatap. Bagaimana intonasi orang ketika berbicara dan berucap. Ketika ngobrol via telpon dengan teman yang sedang sama-sama tidak punya uang biasanya nadanya … Continue reading Tele-Smiling

Bambu Runcing


Bismillaah… Waktu duduk di bangku SD, saya ingat betul pernah mengerjakan soal ulangan sub-sumatif (kurang tau apa istilahnya sekarang) yang bunyinya lebih kurang seperti ini: Apa senjata yang paling ampuh untuk melawan penjajah Belanda? Lalu saya jawablah pertanyaan tersebut dengan pedenya, BAMBU RUNCING. Rupanya jawaban saya salah telak, yang diklaim benar pada waktu itu adalah Persatuan dan Kesatuan. **kok seperti slogannya TVRI ya… menjalin persatuan dan kesatuan. Hehehe.. Semoga jawaban tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang yang “katanya” rawan diskriminasi, walaupun isunya hanya tertulis di KTP. Ngomong-ngomong… Selamat Hari Pahlawan …salam perjuangan Arek-arek Suroboyo Continue reading Bambu Runcing

Cerdasnya Pembuat Soal TPA


Bismillaah… Sudah pada tahu kan yang namanya TPA (Tes Potensi Akademik)? Yaitu sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan atau akademis1. Tes ini biasanya diselenggarakan oleh instansi tertentu untuk proses seleksi. Rata-rata sih untuk keperluan instansi pendidikan, seperti seleksi masuk perguruan tinggi, seleksi penerimaan dosen / pengajar, atau seleksi-seleksi lainnya yang bersifat akademis. Sebuah soal TPA pada umumnya terdiri atas tiga bagian: kemampuan verbal, penghitungan secara numerik, dan penalaran atau logika. Ketiga bagian ini sudah merupakan standar yang diterapkan dimana-mana termasuk versi internasionalnya, GRE (Graduate Record Examination). Tapi tidak tahu lagi ya kalau ternyata … Continue reading Cerdasnya Pembuat Soal TPA

Mengapa Nostalgia Itu Indah?


Bismillaah… Akhir-akhir ini saya sering mencermati banyak tweet terkait #generasi90an. Saya juga masih mengikuti perkembangan foto-foto, meme, dan kumpulan cerita menarik seputar kehidupan dekade 90-an yang terdapat di Instagram-nya. Saya akui saya cukup terbawa suasana ketika membacanya satu demi satu. Kadang tersenyum sendiri. Kadang geleng-geleng tidak nyambung. Atau bahkan seringnya justru tertawa cekikikan ga jelas karena merasa kagum dengan teman-teman yang masih ingat betul tentang memori masa kecil atau masa mudanya dulu di era 90an. Faktanya memang hampir semua orang yang mengaku dirinya generasi 90an, mengklaim bahwa masa-masa itu adalah masa yang paling bahagia, paling sempurna. Betul tidak? **hanya ditujukan … Continue reading Mengapa Nostalgia Itu Indah?

Mencela yang Mencaci


Bismillaah… Nampaknya sedang ngetren membicarakan Ibu Menteri nyentrik, yang baru saja dilantik, menuai banyak kritik, karena faktor akademik, dan kebiasaan merokoknya yang kurang estetik, apalagi tatonya yang begitu eksentrik. Konteks “membicarakan”nya di media sosial tentu saja mempunyai kecenderungan ke arah negatif. Entah mengapa kok sekarang ini kebanyakan dari kita justru bangga sekali melakukan bullying intimidatif. Baik terhadap golongan tertentu, atau figur sorotan secara subjektif. Lucunya, pelaku-pelakunya tidak sedikit yang berasal dari kalangan edukatif, yang seharusnya bijak dan arif. Bukannya malah ikut-ikutan flaming secara agresif dan provokatif. Nah, counter attack-nya pun juga penuh dengan asumsi. Yang dibahas etika dan tradisi, kok … Continue reading Mencela yang Mencaci

Muka-muka Kosong


Bismillaah… Muka-muka kosong itu… Ada di setiap koridor halte Transjakarta Langkah kaki siaga, menatap jauh ke mana saja Tanpa senyum, tanpa canda, juga tanpa sapa Hanya earphone yang kadang menancap di telinga Muka-muka kosong itu… Ada di setiap gerbong kereta Bogor-Jakarta Berdiri terpana, jongkok bersila, atau duduk ternganga Memandangi layar “hape” dengan penuh seksama Hanya bisik-bisik telpon yang kadang bersuara Muka-muka kosong itu… Ada di masjid-masjid ibukota Menjelang sholat jumat saat adzan sudah lama menggema Tidur lelap ketika rukun khutbah sudah hampir sempurna Sungguh rutinitas yang seakan-akan tanpa makna Muka-muka kosong itu… Ada di setiap kemacetan jalan raya Roda empat … Continue reading Muka-muka Kosong

Rurouni Kenshin: The Legend Ends


Bismillaah… Sudah hafal jalan ceritanya, sudah tahu endingnya bakal seperti apa, tapi masih pingin ditonton, itulah film berjudul Rurouni Kenshin. Film layar lebar yang dikemas dalam tiga seri (trilogi) ini disadur dari versi animenya, Samurai-X, yang dulu merupakan salah satu tontonan TV wajib bagi saya ketika masih “lucu-lucunya” ­čśŤ . Rurouni Kenshin seri pertama diputar sekitar bulan September 2012 di Indonesia. Kesannya, lumayan keren, ga lebay, tidak ada efek-efek yang berlebihan. Hanya saja mungkin agak terasa wagu. Mungkin karena ekspektasi yang berbeda dibandingkan versi animenya. Lalu, sekitar sebulan lalu seri keduanya dirilis, Kyoto Inferno. Secara keseluruhan menurut saya lebih bagus … Continue reading Rurouni Kenshin: The Legend Ends

Pemain Sirkus

Pemain Sirkus


Kata seorang kawan, konsep mengimani kepastian rezeki itu seperti halnya kalau kita melihat pemain sirkus. Kita tahu betul bahwa seorang pemain sirkus profesional pasti sudah sangat mafhum dalam menjalankan aksinya di panggung sirkus. Segala kemungkinan, risiko, dan konsekuensi pastilah sudah diperhitungkan matang-matang. Dari keterampilan, ketangkasan, kepiawaian, dan performa yang ditampilkannya pun kita sudah tahu bahwa seorang pemain sirkus profesional pasti sudah berlatih ribuan kali untuk melakukan adegan akrobatik yang berbahaya, yang sangat mungkin merenggut nyawanya jika terjadi kesalahan sedikit saja. Ya… kita tahu itu. Kita pun mempercayainya, baik dari cerita teman, acara di TV, atau melihat dengan mata kepala sendiri. Artinya, dalam benak kita pun sudah sangat yakin, bahwa ketika kita melihat 100 kali pertunjukan sirkus, dengan kondisi pemainnya tidak pernah gagal sekalipun, maka untuk pertunjukan yang ke-101 pun kita juga masih sangat yakin kalau pertunjukannya bakal berhasil lagi. Tapi bagaimana kalau kita ikut dilibatkan langsung dalam pertunjukan tersebut? Continue reading Pemain Sirkus

Trotoar


Bismillaah… Menurut Wikipedia, trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. Trotoar merupakan salah satu bagian dari area pedestrian yang memang ditujukan untuk keperluan berjalan kaki dan kegiatan bersepeda untuk beberapa area tertentu. Bahkan terdapat juga desain khusus untuk penderita tuna netra dan jalur kursi roda bagi penyandang disabilitas. Sudah banyak contohnya, seperti yang ada di kawasan perkantoran utama di Jakarta. Sesuai definisinya, memang sudah seharusnya trotoar difungsikan untuk kepentingan-kepentingan di atas. Kerennya, orang Indonesia sangat kreatif. Secara fungsionalitas tidak ada pergeseran dalam memfungsikan … Continue reading Trotoar

Celoteh Soal Penutupan Gang Dolly


Bismillaah… Rumah saya di Surabaya berlokasi di kelurahan Banyu Urip. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Dolly dan Jarak yang digadang-gadang sebagai lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Bahkan SD Negeri Banyu Urip IV tempat saya bersekolah dulu letaknya hanya sekitar 700 meter dari TKP. Percayalah, saya tahu persis kondisinya seperti apa. Bagi yang tidak setuju soal penutupan lokalisasi ini, dengan berbagai alasan, termasuk isu sosial tentang masalah pengangguran eks-PSK dan kawan-kawannya, atau isu yang melarang untuk mengatasnamakan agama terkait ini karena murni menyangkut kehidupan sosial, terlebih lagi yang sontoloyo menyatakan bahwa penutupan lokalisasi ini bukan solusi, mohon pikirkan kembali pertimbangan Anda. Tidak … Continue reading Celoteh Soal Penutupan Gang Dolly

Puasa Dulu Baru Pilih Presiden


Bismillaah… Heboh sekali nampaknya pemilu presiden – wakil presiden tahun ini. Saking hebohnya hingga hampir 99% keramaian di media sosial membicarakan tentangnya. Sementara, kurang dari 1% saja yang membicarakan agenda yang seharusnya jauh lebih penting, yaitu menyambut bulan ramadhan. Yaa, gapapa sih… Namanya juga event lima tahunan sekali. Wajar kalau heboh. Tapi mbok ya jangan lebay. Cemooh sana, caci sini, ghibah sana, fitnah sini. Belum lagi berita-berita, status updates, dan kicauan-kicauan yang isinya… haduuh mama sayange… miring, negatif, dan kebanyakan berupa (mohon maaf) sampah politik semua. Relakah kita jika ramadhan yang akan kita jelang ini dikotori oleh kekacauan-kekacauan pemikiran dari … Continue reading Puasa Dulu Baru Pilih Presiden

Memelihara Katak


Bismillaah… Bukan… bukan… Saya bukan hendak memberitakan bahwa saya sedang menggeluti bisnis budidaya katak. Kebayang pasarnya pun tidak. Hanya saja, katak yang berada di taman depan rumah saya ini kok semakin lama saya amati semakin tumbuh besar. Bahkan sekarang muncul beberapa katak kecil di sekitar area habitatnya, yang saya duga itu adalah anak-anaknya. Taman depan teras rumah saya bukanlah taman yang berukuran luas seluas taman Ganesha (lebay). Taman saya ini cukup mini padahal. Hanya berukuran 1 meter x 5 meter melebar sepanjang ujung pagar sebelah kanan hingga garasi. Tapi memang kondisinya cukup rimbun rungsep dan ruwet tak terawat sehingga sampai … Continue reading Memelihara Katak

Sandal Jepit


Bismillaah… Saya ini suka sekali mengenakan sandal jepit. Memakainya tidak membutuhkan persiapan yang rumit. Mendapatkannya pun tidak begitu sulit. Tinggal berjalan kaki sedikit atau naik brompit1. Menuju salah satu warung atau swalayan favorit. Tidak perlu kredit karena murahnya selangit. Sangat membantu bagi yang sedang mengirit. Saya merasa nyaman mengenakan sandal jepit. Mudah memakainya, semudah tiga langkah mencampur susu dan biskuit. Gampang membawanya, segampang penjumlahan bilangan dua digit. Tahan air, namun┬áhati-hati karena seringkali┬álicin berdecit. Satu-satunya jenis sandal yang mempunyai spare part per unit. Namanya srampat2, harga satuannya Rp. 1500, murah bingits3. Bahannya karet, tidak membuat lecet dan alergi di kulit. Saya … Continue reading Sandal Jepit

Kejepit


Bismillaah… Hari ini, saya sempat dibuat tergelitik dengan attachment image┬ádari seorang teman di salah satu grup Whatsapp yang menggambarkan betapa banyaknya hari libur nasional di bulan Mei ini. Tapi bukan tanggal merahnya yang jadi isu,┬ámelainkan harpitnas1nya yang justru menarik perhatian. ­čśÇ Bagi saya pribadi sih tidak terlalu berpengaruh. Alhamdulillaah sampai saat ini selalu ada pekerjaan yang harus diselesaikan tanpa terganggu oleh kondisi, baik kondisi tanggal merah, tanggal hitam, maupun tanggal hijau. Tapi bagi rekan-rekan yang (hanya) berstatus sebagai karyawan atau pegawai di instansi tertentu mungkin akan sedikit berbeda ceritanya. Sedih, bahagia, biasa saja, atau malah jadi bersemangat buat memborong cuti, … Continue reading Kejepit

Buku Anak dari Jepang


Bismillaah… Kemarin, saya iseng membongkar-bongkar kotak mainan anak saya, yang sekarang berumur 2 tahun 4 bulan. Baru nyadar┬ákalau ternyata mainan anak itu bisa menumpuk berkardus-kardus seiring dengan perkembangan umurnya. Sehingga sering sekali rumah saya itu sudah seperti kapal pecah, acakadut, berserakan mainan-mainan anak saya. Tapi uniknya, mainan anak saya ini kebetulan hampir 95% adalah berupa mobil-mobilan dan jenis turunannya. Kalaupun ada buku ya buku bergambar mobil. Kalaupun ada puzzle ya gambarnya juga mobil. Bahkan mainan telpon-telponan pun ada rodanya. Entah mengapa┬áanak saya ini┬ásuka sekali┬ádengan mainan mobil-mobilan. Mungkin karena laki-laki kali ya. Dia sering menyebutnya dengan istilah “bum-bum“, mungkin dari kecil … Continue reading Buku Anak dari Jepang

Agar Jaga Jarak Aman


Bismillaah… Dari dulu saya penasaran dengan kalimat yang tertulis pada marka jalan tol, “Agar Jaga Jarak Aman“. Sekilas, tahu sih maksudnya, bahwa kita sebagai pengguna jalan dianjurkan atau dihimbau untuk menjaga jarak aman saat berkendara. Jarak aman sendiri besarannya tentu┬ádisesuaikan dengan kecepatan rata-rata yang dituliskan pada bagian atasnya. Contohnya ada di┬ákalimat kedua pada gambar di atas, “Kecepatan 20 – 30 Km/Jam”.┬áTapi ketika dibaca dan dilafalkan lagi secara berulang,┬ákalimat tersebut terdengar janggal. Baru kali ini saya mendengar ada kalimat himbauan yang diawali dengan kata “agar“. Padahal “agar” sendiri merupakan kata penghubung yang berarti “supaya” atau menyatakan┬áharapan1, yang mungkin lebih tepat┬ápenggunaannya jika … Continue reading Agar Jaga Jarak Aman

Diskriminasi Buleisme


Bismillaah… Agak gatel juga berkomentar tentang kejadian yang memilukan sekaligus memalukan, yang sedikit banyak telah membuat miris┬ádunia pendidikan Indonesia akhir-akhir ini, yaitu soal kasus pelecehan seksual terhadap anak di JIS (Jakarta International School). Tapi seperti biasa, saya tidak akan membahas detail kasusnya, atau ikut-ikutan mengomentari cacian orang-orang terhadap pelaku kriminal yang dikatakan pedofil karena telah merenggut masa depan beberapa anak di bawah umur. Saya juga tidak hendak langsung sepakat menyalahkan pihak JIS ataupun pihak Departemen Pendidikan kita karena mencuatnya kasus ini. Soal pidana sudah biarlah proses hukum yang menyelesaikannya sesuai koridor. Soal sistem pendidikan biarlah yang lebih kompeten dan telah … Continue reading Diskriminasi Buleisme

Tutur Kata


Bismillaah… Terus terang saya merasa┬átidak nyaman┬áketika mendekati masa pemilu. Semua orang seakan merasa berhak untuk mengampanyekan partai atau caleg pilihannya. Kalau hanya sekadar kampanye sih boleh-boleh saja. Tapi kecenderungannya malah yang dibahas adalah hal-hal yang buruk saja, bukan kebaikan-kebaikannya. Lebih parah lagi, keburukan-keburukan itu belum tentu jelas, baik kebenarannya maupun sumber asalnya. Membaca portal berita, seperti det*k, komp*s, dkk┬ájuga sama.┬áHampir semua isi komentar-komentarnya menjurus pada saling hina, saling mengumbar umpatan, saling tuduh. Terlepas dari┬áapakah komentator-komentator itu memang benar-benar menggunakan emosi pada saat menuliskan, atau hanya sekadar haha hehe saja untuk memperkeruh suasana dan menaikkan┬átraffic. Astaghfirullaah… semoga Allah mengampuni dosa saya … Continue reading Tutur Kata

Segmentasi Audience


Bismillaah… ———————— A: Kerja di bidang apa Mas? B: Security… Mbak A: Ooo… Satpam ya B: Bukan, maksudnya security bidang IT A: IT itu urusannya komputer-komputer gitu ya Mas? B: Iya, betul sekali, saya membuat program untuk keamanan jaringan komputer A: Owalaah… jadi Mas ini bisa servis komputer to… B: Bukan… Mbak… saya ini programmer, saya dulu kuliah Sistem Informasi A: Wah, hebat ya si Mas…. bisa tau segala informasi di seluruh dunia dong ya …dst ———————— Btw, saya kok sering ya, menemui tipikal kejadian seperti di atas. Atau mungkin hanya perasaan saya saja. Atau bahkan saya sendiri mungkin┬ápernah sering … Continue reading Segmentasi Audience

Tanggal Muda


Bismillaah… Tanggal muda, siapa saja pasti familiar dengan tanggal muda. Mahasiswa, pegawai negara, karyawan swasta, hingga pengusaha sangat peka terhadapnya. Pekerja serabutan, dibayar harian, dan diupah lewat setoran pun tak luput jadi korban. Bersumber gaji, berbonus royalti, ataupun via komisi tak ada dikotomi soal ini. Semua orang seolah gandrung, belanja sekarung, tidak dihitung, eh.. lupa menabung. Apakah memang benar-benar butuh, atau hanya biar keranjang penuh, sepertinya tidak berpengaruh. Supermarket, minimarket, hingga yang berlabel ind*maret dan alf*mar*t pun, antrinya panjang berderet. Apalagi pas wiken, ga shopping ga beken, ga ngeborong ga keren, biar keliatan kaya.. men. Padahal kalau mau dipikir positif, … Continue reading Tanggal Muda

Fanatik dan Antipati Sekadarnya


Bismillaah… Seorang teman pernah menulis sebuah kalimat yang lebih kurang bunyinya seperti ini: “Di dunia ini tidak ada yang namanya objektif, semua orang pasti akan condong ke arah subjektifitasnya masing-masing dalam menilai sesuatu”. Yaa… kalau dipikir-pikir memang benar sih. Dimana-mana, secara naluriah orangtua pasti akan langsung membela anaknya yang (katanya tidak sengaja) menabrak orang dengan mobil mewahnya, walaupun sudah tahu kalau anaknya memang terbukti bersalah secara hukum. Dimana-mana, pendukung fanatik seorang tokoh, misal gubernur, akan selalu membenarkan semua hal yang dikatakan dan dilakukan oleh tokoh idolanya tersebut, walaupun sebenarnya sudah tahu kalau semua orang pasti mempunyai kekurangan, dan tidak ada … Continue reading Fanatik dan Antipati Sekadarnya

Uang Receh yang Nganggur


Bismillaah… Saya sih 93% yakin bahwa kebanyakan dari kita pasti “menimbun” uang koin receh, baik itu yang berupa kembalian, ataupun secara tidak sengaja “nemu” di kantong jaket / celana. Timbunannya pun beragam, ada yang “ditabung” dalam wadah toples bekas kue lebaran, ada yang disimpan di laci, dan ada pula yang dibiarkan “ambyar” di atas meja / bufet berharap suatu saat bisa langsung tinggal ambil kalau-kalau ada pengamen atau pengemis lewat depan rumah. Atau bentuk lain yang sekarang sepertinya sudah cukup punah, yaitu berupa celengan babi atau ayam. Kecenderungan “menimbun” ini menurut saya ada beberapa alasan yang mendasarinya, antara lain: Uang … Continue reading Uang Receh yang Nganggur