selektif kompetitif

Selektif Kompetitif


Bismillah…

Di suatu tempat pada hari libur nasional…

-oOo-

A: Pagi Mas, ini saya dari Booth No.2 mau menawarkan promo produk kami. Khusus hari ini saja lho Mas penawarannya.

B: Ya Mbak, gimana-gimana?

A: Produk kami harganya kompetitif Mas. Fitur-fiturnya komplit. Serba bisa. Tahan banting ini Mas, dijatuhkan beberapa kali dijamin tidak akan rusak. Kuat lah pokoknya.

B: Hmm…

A: Oh iya, Mas sudah tau kan ya produk kami yang di Booth No.2?

B: Merknya terkenal sih ya.

A: Ya Mas, betul. Sudah terbukti. Banyak kok testimoninya. Foto-foto yang dihasilkan bagus-bagus kan, terlihat nyata. Service-nya sudah pasti OK punya. Yang men-support para pemain besar lho Mas. Jadi konsumen ga perlu khawatir mengenai after-sales-service-nya.

B: Oo gitu. Tapi saya pernah melihat tuh Mbak, ada orang yang make, bukannya mudah, yang ada malah bikin emosi.

A: Itu karena kecanggihan produk kami Mas. Beberapa orang memang belum terbiasa menggunakannya. Interface yang disajikan di produk kami ini to-the-point. Ga pake urut-urutan proses seperti yang ada di produk-produk setipe pada umumnya. Tapi karena produk kami ini sudah pasti laku keras di pasaran, maka kami yakin kebiasaan orang-orang itu akan berubah mengikuti dengan sendirinya.

B: Gitu ya?

A: Ya Mas. Sekali lagi kami hanya memberikan gambaran dengan bukti nyata saja. No hoax. Tidak seperti produknya Booth No.1. Mereka pemain baru Mas. Jangankan bicara soal penggunaannya, lha wong perihal fitur-fiturnya sendiri saja mereka belum tentu paham Mas. Serius. Walaupun saya salut, produk baru tapi sudah berani pasang booth di sini. Hehe…

B: Tapi investornya kan terkenal juga kalau ga salah ya.

A: Terkenal sih Mas, tapi banyak yang ga suka. Banyak kasus yang mengecewakan konsumen.

B: Lho, kok gitu?

A: Emang begitu Mas. Apalagi itu tuh, produk di Booth No.3. Fiturnya lebih banyak sih, nampak canggih-canggih. Tapi, hanya menang di atas kertas. Gembar-gembornya aja yang banyak. Padahal belum tentu bagus. Testimoninya juga belum ada tuh yang terdengar. Ga masuk akal banget. Masa klaimnya udah ada jutaan yang inden, padahal bilang aja lah cuman puluhan ribu gitu. Hahaha…

B: Waaah… Mbak jualannya kok gitu. Menjelek-jelekkan produk orang. Sori Mbak, saya ga nyaman dengan cara komunikasi seperti ini.

A: Mas… tunggu Mas. Jangan pergi dulu. Ini produk kami lagi promo keras lho Mas. Jarang-jarang ada promo segila ini.

B: Ga Mbak. Makasih. Saya ga minat. Lha wong cuman mau “lihat-lihat” aja kok.

-oOo-

Pilihlah produk yang sesuai hati nurani. Bukan dari penjelasan marketing dan rayuan promosi. Selamat memilih!

selektif kompetitif

Advertisements

4 thoughts on “Selektif Kompetitif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s