bukalapak blogcompetition

Belanja Mudah dan Aman di Bukalapak.com, Yakin?


Bismillah…

Ada yang tidak familiar dengan penampakan berikut ini? Kalau jawabannya tidak, selamat… Anda termasuk orang yang beruntung karena tidak terlalu mengenal dan sering berinteraksi dengan transaksi belanja online. Bukan apa-apa, boros men!! (isi dompet ya.. bukan muka)

Situs jual beli online mudah & terpercaya
bukalapak_logo

Apalagi tersangka di atas ini adalah salah satu racun platform belanja online yang kehadirannya harus extra diwaspadai. Lihat aja tagline-nya yang songong itu, “Situs jual beli online mudah & terpercaya“. Yeaahh… right. Looks like I’m gonna believe that. Gara-gara tagline ini saya jadi mata keranjang (suka belanja, belanja online khususnya). Apalagi apalagi… founder-nya ini adalah teman saya pas kuliah, adik kelas lagi, lebih muda lagi, tapi beda nasib. Hahaha, maaf sentimen pribadi kebawa-bawa… (dari lubuk hati yang paling dalam saya merasa iri dengki)😀 Saya akui, Anda hebat, Bung!!

Tapi sudahlah, biar lebih objektif, coba kita jabarkan poin-poin ga pentingnya.

Belanja Mudah di Bukalapak

Untuk poin ini, saya acungi jempol, Bukalapak.com memang cukup sulit. Sulit untuk dicari kelemahan dari sisi usability-nya. Setidaknya ada beberapa hal yang saya soroti selaku pengguna, jika dibandingkan dengan platform-platform e-commerce sejawatnya.

  • Search
  • Terus terang, salah satu fitur yang paling sering saya pakai adalah fitur Search. Sebagai konsumen yang seringkali mencari barang-barang murah berdasar keyword tertentu, fitur ini sangat berguna. Tinggal masukkan keyword yang diinginkan, lalu urutkan berdasar harga termurah. Langsung jebret… keluar semua. Walaupun nilai minusnya sedikit ada di hasil yang ditampilkan, khususnya ketika result-nya terlampau banyak, yang terjadi adalah ada beberapa link paginasinya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Seakan-akan kita dihentikan sampai batas halaman tertentu, padahal ke belakang masih banyak. Saya tidak tahu apakah memang sengaja dibuat seperti ini untuk menjaga performance sistem, ataukah memang ada bugs yang belum tertangani. Tapi kok saya suudzan-nya memang sengaja dibuat demikian ya..😈

    Oh ya, melalui fitur Search yang lumayan OK ini, saya seringkali menemukan item-item yang harganya jauh lebih murah daripada harga pasarannya. Termasuk barangnya pelapak yang salah memasukkan angka harga. Saya pernah iseng membeli harddisk ekternal 2.5″ 500GB dengan harga hanya Rp.70 ribu saja. Karena memang tertulisnya demikian. Untungnya si pelapak khilaf dan menolak transaksi saya dengan alasan “Harga barang/biaya kirim tidak sesuai.“.😀

  • Dukungan Aplikasi Mobile
  • Biasanya kan kalau ada platform service yang awalnya berbasis web, ketika dibikin versi mobile-nya, desainnya akan berbeda, dalam tanda kutip kualitasnya sedikit lebih rendah, baik itu UI-nya, ataupun UX-nya. Tapi hukum itu sepertinya tidak berlaku bagi Bukalapak.com. Coba saja rasakan sensasinya #lebay. Saya sendiri pengguna Android dan sudah pernah beberapa kali bertransaksi via Bukalapak.com versi mobile. Tinggal sentah-sentuh layar sedikit, scroll beberapa kali, ketak-ketik sepatah dua patah message, trus langsung bisa melakukan proses order. Wenak tenan. Apalagi yang sudah menggunakan mobile banking. Langsung transaksi, beres. Tinggal nunggu barang nyampe. Bagi pengguna iOS juga ada kok aplikasinya.

  • Opsi Pengiriman Menggunakan Gojek
  • Entah ini fitur baru atau sayanya saja yang kudet, salah satu faktor kemudahan yang dimiliki oleh Bukalapak.com adalah adanya opsi pengiriman menggunakan jasa Gojek, khusus untuk pengiriman dalam kota. Sudah jelas, kalau mengirim sesuatu menggunakan jasa Gojek pastinya akan lebih efektif, efisien waktu, cepat nyampe, ga nunggu sampe besok.

Skala kemudahan:  

Belanja Aman di Bukalapak

Pertanyaannya, apakah kalau mudah itu pasti aman? Tunggu dulu. Bagi yang sudah akrab dengan model transaksi Bukalapak.com rata-rata pasti akan mengira bahwa bertransaksi online dengan sistem deposit oleh pihak penengah itu sudah pasti aman. Bagi saya belum tentu. Sudah tahu ceritanya rekber (rekening bersama) Blackpanda? Tapi sudahlah, itu mungkin hanya terjadi di Kaskus. Dan mungkin itu murni faktor kepercayaan yang dinodai #halah. Apakah kejadian serupa tidak mungkin terjadi di Bukalapak? Kalau persis kejadiannya seperti itu sih mungkin tidak, tapi kalau bicara masalah celah-celah kecil yang bisa dijadikan kesempatan dalam kesempitan oleh pelapak-pelapak yang “nakal” itu masih mungkin. Setidaknya saya pernah sekali mengalaminya.

Begini ceritanya. Waktu itu saya order sebuah item elektronik. Katakanlah harddisk. Seperti biasa, karena posisi pelapak tidak sekota dengan saya, opsi pengiriman yang saya pilih adalah JNE. Yang sudah akrab dengan transaksi Bukalapak.com juga mungkin tahu kalau barang yang sudah dikirim harus dikonfirmasi oleh pembeli maksimal 4 hari setelah pengiriman. Jadi kalau kelewat 4 hari belum melakukan konfirmasi, maka secara otomatis barang akan dianggap sudah diterima oleh pembeli.

Yang jadi masalah adalah, Bukalapak.com tidak / belum melakukan verifikasi alamat dan nama penerima seperti yang tertera pada form pemesanan. Setidaknya sampai terakhir kali saya mengalami kasus seperti itu. Akibatnya apa? Pelapak bisa saja mengirim barangnya ke tempat lain, mungkin tempatnya dia sendiri, atau rekannya. Yang penting ada nomer resi saja. Padahal belum tentu sama nama penerima dan alamatnya. Untungnya, saya berinisiatif untuk mengecek keabsahan nomer resi yang dikirimkan oleh pelapak. Eeee… lhadalah… lha kok alamat pengirimannya berbeda kota, nama penerimanya juga bukan nama saya. Lalu bagaimana? Tenang, ada beberapa tipsnya.

Tips Aman

  • Usahakan untuk selalu melakukan pengecekan (tracking) terhadap nomer resi. Karena kita tidak pernah tahu apakah barang sudah benar-benar dikirim atau belum.

  • Sebelum melakukan order, sebaiknya lihat dulu track record si pelapak. Bisa dari banyaknya feedback positif yang masuk. Atau bisa juga dari rekomendasi teman (ini jarang kejadiannya karena jumlah pelapak yang sangat banyak).

  • Kalau perlu tanyakan terlebih dahulu terkait item yang dijual melalui fitur direct message. Apakah masih available, apakah masih ada stoknya, apakah ada pilihan warna yang bisa kita rikues. Kalau responnya cepat dan bagus, artinya si pelapak sudah melakukan tugasnya secara profesional. Dan tentunya menguntungkan kita sebagai calon pembeli yang sudah pasti berharap barangnya langsung nyampe di depan muka seketika itu juga. Lha emang menggunakan jasa jin apa? Hehe

  • chat bukalapak

  • Jika ternyata mengalami kejadian yang mirip dengan kejadian di atas, jangan panik. Ga perlu menghubungi call center-nya. Mahal. Direct message ke pelapak pun kadang tidak membantu, lha wong ngirim barangnya aja ngawur gimana mau ngobrol nyambung dan enak. Cara paling efektif adalah dengan me-mention @Billy-Care di Twitter. Langsung di-reply, ga pake lama. Dan kalau memang dari pelapak tidak memberikan respon yang bener, dana yang sudah kita transfer akan langsung dikembalikan ke dompet kita. Dompet virtual ya. Bukan ke dompet kita beneran dengan pake tuyul ngirimnya.

  • tweet bukalapak

Skala keamanan:  

Secara keseluruhan, saya pribadi mengaku lumayan puas dengan service yang diberikan oleh Bukalapak.com melalui aplikasinya. Bagus lah.. lha wong saya belum tentu bisa membuat produk yang serupa kok. Sekaligus sangat mendukung perkembangan startup yang berasal dari karya anak bangsa, Bukalapak.com ini salah satunya. Maju terus startup Indonesia!!!

bukalapak blogcompetition

28 thoughts on “Belanja Mudah dan Aman di Bukalapak.com, Yakin?

  1. Hoo… Billy Care itu semacam customer servicenya gitu ya Mbah. Bagus sih banyak situs belanja online, kita sebagai konsumen jadi makin bervariasi pilihannya, tinggal pilih yang sesuai selera :)). Semoga berhasil dengan lombanya!

    Like

    1. Iya Gar. Semacam itu lah. Mungkin di backend nya BL tidak ada notifikasi langsung ketika ada komplain pelanggan kali ya, jadinya agak lama responnya. Nah, kalo via twitter kan langsung ada notif. Btul.. banyak banget sekarang. Kalo saya sih pilih yg bisa ngasih pilihan harga termurah. Sama ga ribet. Aamiin…

      Liked by 1 person

  2. Semoga menang ya.
    Makin banyak pilhan belanja online makin menguntungkan buat customer.
    Saya baru belanja online untuk beli buku, barang yang lain belum berani. Takut kayak kasuk beli hp dikirim

    Like

  3. Kayanya metode paling efektif buat komplain tetap via telepon meskipun bakal lebih costly juga😀. Sejauh ini belum pernah mengalami kasus pengiriman salah alamat, yang pernah ketemu penjual pundung karena waktu itu juga sama “katakanlah beli harddisk” trus pas barang datang dan di cek nemu ada bad sector. Pas mengajukan retur/replacement via sistem eh penjualnya newbie pake sistem buka lapak dan pundung karena pas mengajukan retur gw kasih feedback tidak puas (ya iya lah ga puas wong dapatnya barang defect dan musti repot retur masa masih bilang puas trus ngajuin retur :p ). Trus pas retur kan by system penjual harus masukin alamat kirim balik, eh sama yang jual ga diisi2 dan dia kirim pesan aja kasih alamat kirimnya dan keukeuh kirim aja langsung tar duit nya ditransfer sendiri haha bingung kan jadinya tuh duit yang masih dipegang bukalapak lari ke mana wong aku dah ga ada opsi buat close transaksi. Akhirnya setelah tektok beberapa kali dengan penjual akhirnya dia mau ngisi komentar di halaman pengembalian barang dan duitku kembali full termasuk ongkir nya😀

    Liked by 1 person

    1. Panjang banget ceritanya om… hihihi
      Ya begitulah, salah satu keribetan jual beli online. Tapi untungnya sih BL ini cukup memfasilitasi, minimal dari segi keamanan duit yg dipegang oleh BL sendiri. Bayangkan kalo lgsg transfer ke penjual. Ilang wes…😀

      Aku baru nyadar, ternyata aku blm ngecek ada badsectornya apa ngga.. -_-‘

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s