tips anti jorok ketika jumatan

7 Tips Anti-Jorok Ketika Jumatan


Bismillah…

Warning

Walaupun judulnya menggunakan istilah anti-jorok, tapi tidak ada jaminan bahwa bahasan yang ada di dalam postingan ini tidak akan jorok atau tidak menjelaskan mengenai kejorokan itu sendiri. Karena bagi saya, kata jorok hanyalah ungkapan tentang keadaan, kondisi, atau situasi. Tidak perlu dinegatif-negatifkan hanya karena pada umumnya digunakan dalam hal-hal yang tidak positif. So, do we have a deal?

NB: Sebaiknya jangan dibaca sambil makan ya.

tips anti jorok ketika jumatan
Adakah yang lebih puitis dari gesekan sandal ke aspal oleh laki-laki menuju jumatan? — Sujiwo Tejo

Rasa-rasanya tidak perlu dijelaskan lagi lah ya tentang apa itu jumatan. Yang merasa muslim, ganteng, sehat, dan tidak sedang bepergian pastilah sudah terbiasa dengan aktivitas jumatan ini. Bagi yang bekerja kantoran, jumatan merupakan kesempatan sekali dalam seminggu untuk bisa tidur siang di hari kerja. Bagi pedagang lapak pasar jumat, jumatan merupakan kesempatan bagus untuk melipatgandakan omzet sekaligus beramal menjaga keamanan (barang dagangan) selama sholat jumat berlangsung. Bagi pengangguran, jumatan merupakan kesempatan yang paling baik untuk mendapatkan alasan mengapa harus mandi. Keren ya, tidak heran kalau banyak yang menyebut jumatan itu penuh berkah.

Dibalik keberkahan jumatan ini, ada salah satu aspek yang sudah pasti menjadi perhatian utama, terutama bagi yang sering melaksanakannya, yaitu kebersihan. Tidak ada yang aneh, karena menjaga kebersihan sebelum, pada saat, dan sesudah jumatan memang disunnahkan. Adabnya sudah pada tahu lah ya. Mandi, memotong kuku, dan kawan-kawan sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi. Lha wong sudah hafal di luar kepala kok. Tapi bagaimanapun juga, yang namanya tahu itu tidak selalu dibarengi dengan pelaksanaan. Apalagi menyangkut hal-hal yang sifatnya detail. Yang tadinya bersih secara teori, bisa jadi jorok dalam pelaksanannya. Jorok dalam kebersihan. Nah, berikut adalah 7 tips anti-jorok ketika jumatan (versi saya), selain hal-hal yang sudah umum seperti mandi, memotong kuku, mengenakan pakaian bersih, menggunakan minyak wangi, dkk. Semoga bisa menjadikan diri kita semakin bersih dalam keimanan.

  1. Tidak Meludah di Sembarang Tempat
  2. Tingkat Kejorokan 

    Dalam perjalanan menuju masjid untuk jumatan, usahakan agar tidak meludah di sembarang tempat. Di jalanan, trotoar, dinding rumah orang, got, taman, lebih-lebih di tempat sampah. Dari sisi kesehatan jelas, ludah itu adalah sumber penyebaran penyakit. Dari sisi kebersihan juga jelas jorok. Iya kalau proses keluarnya lancar dan akurat, lha kalau muncrat ke mana-mana bagaimana. Bisa-bisa terkena muka sendiri, nempel di baju, atau bahkan nyiprat ke orang lain. Belum lagi nanti bekasnya bisa terinjak kaki orang. Terlebih yang ada campuran dahaknya. Bisa lengket-lengket kental berwarna hijau kehitaman gitu. Bayangkan saja, kebanyakan orang yang jumatan kan menggunakan sandal jepit. Sedangkan karakteristik sandal jepit itu jika ada cairan di bagian belakang yang terinjak, maka otomatis akan diteruskan ke segala arah. Termasuk ke arah sarung dan celana.

    Level berikutnya yang masih ada hubungannya dengan ludah adalah ingus. Sama juga. Sebisa mungkin jangan membuang ingus di sembarang tempat. Derajat kejorokannya 11-12 dengan ludah. Jujur, saya pernah berjalan di belakang orang yang membuang ingus di tanaman pinggir jalan. Entah apa motifnya membuang ingus di situ. Salah apa tanamannya sampai harus menerima kotoran yang menjijikkan itu. Pas lewat, saya perhatikan, ternyata benar juga, sebagian daunnya sudah tercemar cairan kental berwarna hijau yang mematikan.

  3. Datang Lebih Awal
  4. Tingkat Kejorokan 

    Jumatan disunnahkan berangkat lebih awal. Bukan karena biar dapat onta. Melainkan agar kita bisa lebih leluasa mengikuti rangkaian proses sholat jumat dengan khidmat. Leluasa melakukan sholat sunnahnya, leluasa mengikuti khutbahnya, dan leluasa mencari posisi. Posisi ini penting dalam aspek kebersihan. Bayangkan saja, kita datang telat. Lalu dapat tempat di bagian luar masjid. Beberapa bangunan masjid ada yang bagian luarnya mepet dengan got atau selokan. Yakin mau sholat di situ? Lokasinya biasanya juga dekat dengan tempat sandal atau toilet. Yakin sandal-sandalnya bersih? Kalau ada bekas injakan kotoran kucing bagaimana?

  5. Gunakan Masker Jika Kondisi Tidak Sehat
  6. Tingkat Kejorokan 

    Kewajiban sholat jumat hukumnya menjadi gugur kalau kita sedang dalam kondisi sakit parah. Tapi kalau sakitnya standar (flu dan batuk), yaa diusahakan tetap berangkat saja. Namun sebaiknya diperhatikan perihal gangguan yang diakibatkan oleh kondisi sakit kita ke orang-orang sekitar. Penularan jelas. Tapi yang sepertinya lebih mengganggu adalah respon tubuh kita pada saat menghadapi gejala umum penyakitnya. Kalau batuk otomatis mulut akan kita tutup dengan tangan. Kalau pilek otomatis kita juga akan usap dengan tangan. Sedangkan kita tahu, jumatan itu banyak sekali orang dan duduknya saling merapat satu sama lain. Ga mungkin lah pas kita mengusap ingus tidak ada satu pun orang yang melihat. Lha wong deket banget. Pertanyaannya, orang yang melihat kita secara langsung ketika mengusap ingus, kira-kira mau tidak bersalaman dengan kita pas selesai sholat? Saya jadi curiga ini, jangan-jangan masalah khilafiyah tentang boleh atau tidaknya salaman setelah sholat hanya dipicu masalah sepele seperti ini. **jangan dianggap seriusπŸ˜›

  7. Jangan Lakukan Treatment Masuk Angin Sebelum Jumatan
  8. Tingkat Kejorokan 

    Biasanya kan suka ada tuh, bau-bau balsem, counter-p*in, minyak kayu putih, minyak sinyong-nyong, atau bau khas koyo. Kalau malam dan pas berada di rumah sih tidak apa-apa. Lha ini siang, tengah hari, panas, kadang gerah, di tengah keramaian massa lagi. Bukan apa-apa, baunya menyengat. Apalagi bercampur dan bereaksi dengan keringat si pemakai. Klop.

  9. Kenakan Pakaian yang Menutup Aurat dengan Sempurna
  10. Tingkat Kejorokan 

    Ternyata, dari survey yang tidak pernah saya lakukan, setidaknya ada 93% yang menyatakan bahwa laki-laki juga perlu menjaga auratnya secara sempurna walaupun tidak begitu menarik pandangan. Yaa karena memang tidak menarik sih bagi saya. Justru sangat mengganggu malahan. Apalagi pas sholat. Kan sekarang masih banyak tuh yang memakai kaos cingkrang junkies yang kalau digunakan dalam posisi menunduk langsung terangkat hingga ke atas pinggang bagian belakang. Apalagi ditambah dengan model celananya yang setengah melorot. Otomatis setelah sujud pasti akan ada lubang kotak infaq yang terlihat. Sekali lagi justru saking tidak menariknya jadinya terkesan jorok. Jangan sampai ada yang salah sasaran mengisi uang koin ke lubang kotak infaq palsu yang Anda buat. Mari kita jaga aurat!

  11. Pastikan Perut Tidak Sedang Bermasalah
  12. Tingkat Kejorokan 

    Dua khutbah jumat rata-rata membutuhkan waktu 10-30 menit. Ditambah pengumumannya, ditambah adzannya, ditambah leyeh-leyehnya kira-kira 15 menitan lah. Jadi total pelaksanaan jumatan bisa sampai 45 menit. Banyak juga yang extend sampai 1 jam. Mungkin sekaligus olah pernapasan dengan berbaring rileks di pinggir-pinggir area mesjid. Siapa tahu dapat ilham. Karena lumayan lama, tidak semua orang bisa tahan untuk tidak batal wudhu sampai selama itu. Terutama yang kebetulan bermasalah dengan perut. Baik yang hanya masalah angin saja. Ataupun yang ikut bersama ampasnya. Sama saja, keduanya menyebabkan batalnya wudhu.

    tips anti jorok ketika jumatan 2
    Orang-orang sedang olah pernapasan setelah jumatan @Masjid Sunda Kelapa.

    Kalau bolak-balik ke toilet sih mungkin tidak apa-apa. Palingan jatah shaf-nya hilang. Tapi kalau sampai tidak bisa dikontrol pembuangannya, bisa jadi limbah yang sangat mengganggu penduduk lokal. Tipsnya, hindari makanan yang berpotensi menimbulkan banyak gas seperti durian, telur busuk, dsb sebelum jumatan. Atau kalau memang sudah sangat sulit dikontrol, carilah posisi dekat-dekat dengan toilet. Tapi balik lagi ke tips anti-jorok nomer 2, yakin cukup bersih tempatnya?

  13. Hindari Tangan Iseng
  14. Tingkat Kejorokan   [MAX]

    Tips pamungkas agar terhindar dari perilaku jorok ketika jumatan yaitu sebisa mungkin jauhkan tangan dari kondisi isengnya. Maksudnya begini. Selama 10-30 menit mendengarkan khutbah itu kan bukan sesuatu yang mudah. Kalau isi materinya bagus tidak masalah. Lha kalau kurang bagus, bisa jadi banyak pelampiasannya. Ritual pelampiasan yang paling populer adalah dengan memejamkan mata sambil menundukkan diri di hadapan Yang Maha Kuasa. Atau kalau pas posisinya bisa sambil menempelkan punggung ke tembok masjid. Enak tenan.

    Bagi yang cukup mengerti arti pentingnya khutbah jumat, masih ada risiko pelampiasan yang kedua, yaitu kebiasaan tangan yang iseng. Berikut daftar keisengannya: (kalau kurang lengkap silakan dilengkapi sendiri)

    • Iseng korek-korek upil dan kotoran telinga. Biasanya menggunakan kelingking sebagai locator dan jari telunjuk sebagai eksekutor. Setelah itu diplintir-plintir sampai kering. Terus barangnya entah dimusnahkan ke mana.

    • Iseng nithili kulit-kulit mati di sekitar telapak dan jempol kaki. Serius saya pernah berada di belakang bapak-bapak yang sedang iseng seperti ini. Pas khutbah mungkin tidak masalah. Giliran sholat, kan suka maju tuh shaf-nya. Dan bener juga, posisi akhir saya tepat di tempat duduk si bapak yang tadi. Bukan apa-apa, baunya kelihatan secara visual.. man! Bekas-bekas potongan kuku, kriwilan kulit-kulit mati berwarna putih setengah abu-abu yang tersebar merata di sekitar area yang akan saya jadikan tempat sujud. Dan ada sedikit nuansa basah-basah bau di antaranya.

    • Iseng melakukan sunnah potong kuku secara live di tempat duduk saat khutbah berlangsung. Ini serius juga saya pernah melihat ada yang begini. Bekas kukunya pun masih ada sampai jumatannya bubar.

    • Iseng mencabuti bulu kaki.

    • Iseng kuwik-kuwik bekas luka koreng.

    Intinya, sebisa mungkin jauhkan tangan kita dari sasaran keisengannya. Kalau perlu pakailah sarung tangan agar aman. Palingan terlihat agak aneh saja.

OK, sepertinya cukup jelas deskripsi 7 tips anti-jorok ketika jumatan kali ini. Selamat menunaikan sholat jumat bagi yang melaksanakannya. Semoga bermanfaat dan selalu diberi keberkahan di hari jumat dan hari-hari lainnya dalam kebersihan untuk keimanan. Aamiin.

Have a nice Friday!!


Referensi:

16 thoughts on “7 Tips Anti-Jorok Ketika Jumatan

  1. Saya sering sekali kalo ngedenger kutbah yang membosankan ketiduran sambil duduk. Kalo diawal kutbah masih denger dan mengikuti, tapi kalo udah lewat dari 20 menit sering ketiduran. Tapi untunglah ketidurannya gak jorok sambil ngeces begitu, hehe… Kan ada aja tuh ketiduran waktu khatib kutbah, ngeces lagi.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s