Mencatat Transaksi

[Kamisimak #4] Mencatat Transaksi


Bismillaah…

QS. Al-Baqarah 282

282. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah [179] tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Mencatat Transaksi

Ada yang pernah mengalami tidak, uang belanja bulanan tiba-tiba menguap saja seketika, padahal perasaan tidak membeli apa-apa? Saya termasuk yang lumayan sering mengalami hal ini. Ada beberapa rekan yang mengatakan bahwa kejadian semacam inilah yang disebut tidak barokah / berkah. Apanya yang tidak barokah? Bisa jadi, karena tidak / belum melakukan sedekah. Atau kita belum melakukan dengan baik atas apa yang sudah dianjurkan pada setiap proses mu’amalah1 yang kita lakukan, yaitu mencatat transaksi.

Anjuran Mencatat Transaksi

Pada ayat di atas sudah jelas disebutkan bahwa kita dianjurkan untuk menuliskan atau mencatat setiap transaksi yang kita lakukan. Baik yang kecil maupun yang besar. Baik yang sedikit maupun yang banyak. Terutamanya adalah transaksi-transaksi yang bersifat tidak dilakukan secara tunai. Bisa dalam bentuk hutang piutang yang tidak mengikat waktu, akad dengan besaran dan kesepakatan waktu pelunasan tertentu, atau dalam bentuk cicilan dengan tenggat waktu pembayaran yang telah disepakati sebelumnya.

Kalau dipikir-pikir ya memang masuk akal. Kalau tidak masuk akal berarti akalnya belum masuk. Kalau semua tercatat dengan baik, sepertinya tidak akan ada “dana siluman” yang tidak terlacak. Memang tidak mudah memang. Mengingat di zaman yang “katanya” serba kompleks ini, hampir semua memerlukan transaksi. Parkir kendaraan ada transaksi. Mengisi angin ban butuh transaksi. Bahkan sampai (maaf) buang air pun memerlukan transaksi. Istilahnya, sekarang mah apa-apa bayar. Jadinya, semakin banyak item yang perlu dicatat. Mau bagaimana lagi. Justru hal-hal yang terlihat kecil dan remeh seperti inilah yang kadang berpotensi menjadi “dana siluman”. Bagaimanapun juga, njajan baso setiap hari yang walaupun hanya Rp.5000, kalau dihitung-hitung sebulan bisa mencapai Rp.150 ribu. Belum printilan yang lainnya. Itulah pentingnya mencatat transaksi.

Hal itu akan semakin terasa kalau diterapkan dalam dunia bisnis. Semakin lalai kita dalam mencatat, maka penghitungan keuangan kita akan semakin kacau, proses bisnis pun secara tidak langsung akan terganggu karena tidak terkontrol dengan baik. Bahkan, menurut para ahlinya, 1 rupiah pun jangan sampai terlewat dalam pencatatan keuangan di urusan bisnis. Bukannya pelit. Tapi justru itulah yang menjadi pembentuk karakter pebisnis yang baik. Kita tahu bahwa karakter terbentuk dari habits. Dan bisnis yang baik adalah yang prosesnya berjalan baik dari waktu ke waktu. Semakin detail yang kita perhatikan, maka proses tersebut insya Allah akan terjaga juga dengan baik. Kalau 1 rupiah saja care, apalagi hatimu. #eeaaaaa

Footnote

1 Bermu’amalah ialah seperti berjualbeli, hutang piutang, atau sewa menyewa dan sebagainya.

Referensi

http://www.alquran-indonesia.com/web

30 thoughts on “[Kamisimak #4] Mencatat Transaksi

    1. Kalau tidak langsung dicatat atau dipindahkan ke catatan pasti ujung-ujungnya males, karena semakin menumpuk. Belum lagi banyak diantara struk itu yang ilang print-printannya. Saya banget… hehehe

      Like

  1. asalamualaikum mas andik? apa kabar? maaf ya waktu itu ga sempet ngisi questionernya soalnya ga ada jaringan di rumah :((.

    dulu, waktu belajar akuntansi ayat itu disebut ayar akuntansi sama guruku, ampe sekarang selalu inget tapi kalo buat nyatet mah tetap aja males hehehe

    Liked by 1 person

    1. Wa’alaikumussalaam wr wb. Alhamdulillaah baik. Eh, ada penganten baru. Selamat ya. **telat
      Gpp, santey-santey. Ya betul, ayat ini banyak yg nyebut sebagai ayat akuntansi. Anjurannya tertulis jelas lagi. Tapi banyak juga yang menyepelekan termasuk saya. -_-‘

      Liked by 1 person

  2. Walau sudah pernah dengar, terkagum juga saya setelah sadar bahwa Islam menganjurkan akuntansi yang accountable dan traceable.

    Di zaman sekarang pakai aplikasi smartphone sudah gampang banget. Kalau saya, tiap ada transaksi pemasukan/pengeluaran langsung catat di aplikasi. Toh smartphone nggak jauh-jauh dari genggaman, hehe.

    Liked by 1 person

  3. dulu pernah bertahan 4 bulan, setelah itu ga pernah lagi Mas Andik.
    Baca ini serasa diingatkan.
    Sekarang saatnya mencoba melakukan pencatatan lagi deh ini

    Liked by 1 person

  4. Artikel yg sangat bermanfaat. Saya tidak ingat ada ayat dalam surat albaqarah ini yg membahas tentang adab bertransaksi tsb..(ah jadi malu ketahuan deh jarang mengkaji kitab😌).., cuma saya memang suka catat pengeluaran, terutama karena setiap tahunnya saya dan suami tinggal di 3 tempat yg berbeda secara bergantian, dengan standar biaya hidup yg berbeda-beda pula, jadinya suka bingung sendiri😀 Dan dengan mencatat, saya tahu pengeluaran berapa dan prediksi pengeluaran periode berikutnya..

    Liked by 1 person

      1. Hahaha..jempolmu habis dong kalo dikasih ke saya terus-terusan..😄 Banyak belajar itu kewajiban semua orang termasuk saya, semakin banyak belajar semakin saya sadar masih banyak yg belum saya ketahui..

        Like

      1. Hmm saya pake aplikasi produk sini sih.. karena struknya pake hurup cacing. namanya reciipi kakeibo. kakeibo itu istilah bhs jpg nya buku transaksi harian. org jpg biasa nulis kakeibo di buku, terutama para ibu rumah tangga.

        Liked by 1 person

      2. Pernah tau, tapi lupa namanya. Berangkat dari startup juga, tp kerennya awal-awal dia manual. Jadi ada operatornya yg nerjemahin jadi teks dan angka gitu. Lumayan gedhe valuasinya. Duh, apa ya namanya, lupa…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s