Mad Max: Fury Road

[Review] Mad Max: Fury Road


Kesan pertama ketika melihat film ini adalah “ini film apa sih?”, orangnya jelek-jelek semua, dunianya rusuh, sampai hampir sumpek melihatnya. Tadinya saya sempat berkomentar, “ini niatnya nyari hiburan malah dapet keruwetan”. Tapi setelah beberapa menit penayangan rupanya anggapan miring saya menjadi agak bergeser. Kesan out of the box rupanya mulai dihadirkan ketika aksi meloloskan diri sang jagoan, Max Rockatansky, yang saya pikir “begini”, dan mungkin kebanyakan orang-orang mengiranya juga “begini”, ternyata “lho.. kok gitu?? hahaha”. Saya sengaja tambahkan “hahaha” karena memang secara visual film ini menghadirkan bumbu-bumbu komedi dari awal sampai akhir. Walaupun kalau dilihat sebenarnya tidak ada kesan sama sekali ke arah sana. Bingung kan? Tapi inilah salah satu poin yang sangat kuat dalam film ini, menurut saya. Continue reading [Review] Mad Max: Fury Road

Advertisements
Pengalaman Berkesan Ketika Berambut Gondrong

Pengalaman Berkesan Ketika Berambut Gondrong


Seumur-umur, hanya sekali itu saja saya sempat merasakan berambut gondrong sebahu, yaitu pas kuliah tingkat 2. Namanya juga anak kuliahan yang baru saja merasakan terlepas dari kekangan aturan-aturan normatif selama masa sekolah dari TK sampai SMA. Harus pakai seragam lah, baju dimasukkan lah, wajib mengenakan sepatu, dan tentunya tidak boleh berambut gondrong. Sehingga ketika menginjak bangku kuliah rasanya ingin lebih bebas, seakan ingin mendobrak kebiasaan-kebiasaan lama yang terkesan “kaku” pada saat masa-masa sekolah. Terlebih waktu itu kebetulan kondisinya jauh dari orangtua. Jadinya yaa begitu deh. Continue reading Pengalaman Berkesan Ketika Berambut Gondrong

Mencatat Transaksi

[Kamisimak #4] Mencatat Transaksi


Ada yang pernah mengalami tidak, uang belanja bulanan tiba-tiba menguap saja seketika, padahal perasaan tidak membeli apa-apa? Saya termasuk yang lumayan sering mengalami hal ini. Ada beberapa rekan yang mengatakan bahwa kejadian semacam inilah yang disebut tidak barokah / berkah. Apanya yang tidak barokah? Bisa jadi, karena tidak / belum melakukan sedekah. Atau kita belum melakukan dengan baik atas apa yang sudah dianjurkan pada setiap proses mu’amalah1 yang kita lakukan, yaitu mencatat transaksi. Continue reading [Kamisimak #4] Mencatat Transaksi

RESTU - Restu’s an Engine for Synthetic Thespian Units

RESTU – Restu’s an Engine for Synthetic Thespian Units


Ah… jadi teringat. Ada kenangan berharga yang belum sempat terdokumentasikan di blog ini. Kenangan beberapa tahun lalu ketika ber-thesis ria dengan rekan-rekan yang sangat luar biasa semangatnya hingga jadilah produk purwarupa (prototype) RESTU – Restu’s an Engine for Synthetic Thespian Units. RESTU merupakan salah satu bentuk embodied conversational agent (ECA) yang dikembangkan berdasarkan konsep awal sebagai agent yang dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara verbal dengan manusia. RESTU memiliki representasi karakter virtual berbentuk manusia dalam dunia grafis 3D. Konsep bahasa verbal yang diusung RESTU adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasinya. Sehingga RESTU dapat diajak berkomunikasi menggunakan antarmuka bahasa sehari-hari, bahasa Indonesia. Continue reading RESTU – Restu’s an Engine for Synthetic Thespian Units

the memory of X

The Memory of X [EF#19]


Talking about the most memorable relationship, I believe that most of us would write about X. It is because X is the most sought-after thing in the world, all the time. In every equation, we are required to always be able to find the correct value of X. At some point, we need to find X to solve our problem. And occasionally, we have to discover the sequence of X = f(X1, X2, X3, … Xn) to find its final result. It is because X1 may has a relationship to X2, and we may know the information of X3 from X2, and it is not impossible that X4 has similar characteristic with X1, and so on until we find the real value of X. Continue reading The Memory of X [EF#19]

sedekah jual beli hutang riba

[Kamisimak #3] Sedekah, Jual Beli, Hutang, dan Riba


Hubungan dan interaksi manusia dengan manusia lainnya dalam hal harta dan kepemilikan mencakup empat (4) hal: via sedekah, melalui jual beli, dengan hutang, serta dalam cengkeraman riba dan segala jenis turunannya. Sedekah dengan harta yang halal dan jual beli dengan cara yang baik sangat dianjurkan. Bahkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi yang sangat timpang dan tidak merata seperti saat ini. Hutang sebaiknya dihindari karena pada dasarnya hutang adalah penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Sedangkan riba WAJIB ditinggalkan karena tidak ada satupun kebaikan di dalam riba. Continue reading [Kamisimak #3] Sedekah, Jual Beli, Hutang, dan Riba

complicated relationship

Complicated Relationship [EF#18]


I have been told that there is no such thing as a complicated relationship in this world. The relationships become complicated because we are the one who created a complicated situation in our own mind. We used to be dragged into some complex conditions just because we can only see it from our own intricate perspectives instead of the simple one. It is hard to believe that this kind of circumstances may create a cruel perception of a simple problem in particular reality. Continue reading Complicated Relationship [EF#18]

menandai-waktu

Menandai Waktu


Hidup di dunia ini terikat waktu. Usia dari setiap yang hidup akan selalu terkait dengan waktu. Umur dari setiap orang adalah persoalan bilangan waktu. Istilah “sementara”, “sebentar”, dan “tidak abadi” adalah keterangan-keterangan yang menyatakan parameter waktu. Semua yang tumbuh, semua yang berkembang, dan semua yang bermetamorfosis membutuhkan waktu. Bahkan semua yang menantikan kematian, kehancuran, dan kebinasaan juga melibatkan waktu. Ada zaman, ada era, dan ada masa yang menyatakan pergantian periode kehidupan dalam perspektif kurun waktu. Ada pula proses yang terjadi dari setiap yang dihasilkan pasti berjalan tahap demi tahap melalui orde waktu. Ketika hidup, pengetahuan, akal, dan ilmu kita serba terbatas, dan keterbatasan itu sendiri tidak terlepas dari besaran waktu. Hidup adalah waktu. Continue reading Menandai Waktu

3 Hal Yang Paling Tidak Nyaman di Dunia


Harus saya akui kalau ternyata memang ada hal-hal yang lebih membuat tidak nyaman daripada hanya sekadar salah kostum waktu hadir di sebuah undangan pesta. Ternyata memang ada hal-hal yang lebih parah daripada (terpaksa) menonton sinetron di sebuah warung makan yang ga ada remote TV-nya. Dan ternyata ada hal-hal yang jauh lebih horor daripada berjalan sendirian di tengah kuburan jam 1 malam karena memang tidak ada alternatif jalan lain yang bisa dilalui. Berikut adalah 3 hal yang paling tidak nyaman di dunia versi saya: Continue reading 3 Hal Yang Paling Tidak Nyaman di Dunia

a trend about having ideals

A Trend About Having Ideals [EF#17]


In the past time, information was very limited. The filtration of its contents did not need any big effort. It was because the number of the content itself was relatively few comparing to the huge amount of information that we have seen today. Most of the people have had just followed the pattern. A simple pattern which had been presented by no more than five TV channels and some local newspapers. As simple as the answer of any children who had been asked about ideals. The typical answer was becoming a pilot, doctor, military officer, engineer, or even a president. It was because those professions were commonly considered as the best role model and worth to be imitated by all Indonesian children. Continue reading A Trend About Having Ideals [EF#17]