Photography101-Street

Photography 101: Street – Just Another Day


Bismillaah…

This is just another photo of my daily activity when I get back to home. I am sure anyone who has been to Bandung will eventually realize this spot.πŸ™‚

Photography101-Street
Technical Details
Nikkor AF-S 18-70mm f/3.5-4.5; Focal length 18mm; Shutter speed 0.167 s; F Number f/18; ISO 200; White Balance Manual
Location
Bandung, West Java, Indonesia

This photo is a submission for Photography 101: A Photo a Day March 2 – 27.

Blogging University

————————————
Salam jepret!πŸ˜€

40 thoughts on “Photography 101: Street – Just Another Day

  1. Wow, the sky is so gold. Golden sky that welcoming tired people to their home, in which they could take a rest, preparing for another tomorrow :)).
    It’s so hypnotizing. Just… splendid.

    Liked by 1 person

    1. Aku pake file mentah om. Ekstensinya .NEF kalo di Nikon, di Canon .RAW kalo ga salah, instead of .jpg/.jpeg. Jadi mau tidak mau ya harus melalui proses konversi ke file yg sudah umum spt .jpg/.jpeg, .png, dll. Nah, file mentah ini kalo dianalogikan sama model analog, hanya spt negative film-nya, atau biasa kita sebut klise. Kita tahu film negatif ini bener-bener mentah, masih mempunyai range data yg luas dan bisa kita mainin. Pada kamera-kamera digital yg mahal, sudah tersedia adjustment-adjustment yang sudah bagus dan built-in. Tapi kalo yg murah spt punyakuπŸ˜€ yaa pake file mentah lebih menolong, karena sisanya bisa kita atur sendiri menggunakan Photoshop atau Lightroom. Tapi pengolahannya yaa hanya sebatas pengolahan foto di ruang gelap (dark room) seperti halnya kalo kita mencuci film negatif. Brightness, contrast, saturation, black and white, dan sejenisnya yg tidak menyalahi aturan fotografi secara umum. Yang dimaksud menyalahi yg bagaimana? Misal, ada penambahan objek lain ke dalam foto (teks, foto lain, elemen grafis), trus crop yg tidak wajar, penambahan texture, kolase yg tidak wajar, atau post processing yg berlebihan. Karena kalo sudah begini bukan fotografi murni, tapi sudah menjadi barang lain sesuai kegunaannya. Seperti di postingan saya soal The Story of Romance yang memang kuposisikan sbg cover sebuah film / buku / apapun lah. Pertanyaannya memang serba bersinggungan skrg ini. Contohnya instagram, dia banyak efek aneh-aneh yg sudah built-in, padahal ngolahnya dr file ready .jpg/.jpeg atau .png. Tapi banyak yg tidak mempermasalahkan. Mungkin akan jadi bermasalah kalo diikutkan kontes fotografi. Padahal kontes fotografi sendiri juga msh banyak perdebatan soal aturan di dalamnya. Bagi panitia yg blm terlalu ngerti, biasanya akan lgsg ditulis persyaratan “harus langsung dari kamera”. Lha kalo pakenya file mentah piye?? Pasti yg punya kamera mahal yg menang, karena sudah built-in Photoshop di dalamnya. Begitu kira-kira analoginya. Kalo ada yg salah mungkin bisa dikoreksi.

      Liked by 1 person

      1. Luengkap bener. Om punya converter file raw gak.
        Aku punya ilang. Makanya foto lgs jpeg ke versi paling max.
        Tapi yah males olah2 photoshop nih dah lama gak pegang. Hahaha. Dulu mah smp bikin vector buat invitation segala. Bahkan walpaper di FS dulu mah kreasi sendiri.

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s