Persiapan Pulang


Bismillaah…

Sebelumnya saya mengucapkan turut berduka atas musibah kecelakaan jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Hingga saat tulisan ini dibuat, pencarian lokasi jatuhnya pesawat sudah hampir menemui titik terang. Sejumlah serpihan bagian pesawat, beberapa jenazah, dan bayangan bodi pesawat sudah ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dekat selat Karimata (CMIIW). Semoga proses evakuasi badan pesawat dan para korban segera membuahkan hasil. Aamiin.

Akibat kejadian ini dan beberapa peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat yang cukup kerap melanda maskapai penerbangan Indonesia, saya jadi mikir. Bagaimana jika seandainya saya adalah salah satu penumpang dari pesawat yang jatuh tersebut. Takut, itu pasti. Beberapa kali naik pesawat, kadang tangan dan kaki saya gemetar dengan sendirinya. Mungkin saya menderita phobia ketinggian, walaupun logika saya tetap menolak hal itu. Tapi di samping itu, mungkin saya akan merasa bersyukur, karena sempat mempersiapkan diri sebelum berpulang, walaupun sesaat. Setidaknya sempat menyebut kalimat tauhid “laailaahaillallaah” sebelum akhirnya pesawat yang saya tumpangi crash. Atau setidaknya sempat khusyuk berdoa sebelum pesawat lepas landas. Tapi, saya tetap tidak berani berandai-andai lebih jauh. Karena saya bukan mereka, saudara-saudara kita yang kebetulan mengalami musibah tersebut. Belum tentu kondisinya sesimpel yang saya bayangkan. Maaf. Semoga kejadian ini dan kejadian lain yang serupa dapat menjadi pengingat kita akan terbatasnya umur, juga kepastian bilangan usia. Dan semoga kita tetap khusnul khatimah walaupun tanpa kejadian yang memaksa, seperti kecelakaan jatuhnya pesawat tersebut. Karena pertanyaan mendasarnya bukan bagaimana caranya biar kita hidup enak, melainkan bagaimana caranya biar kita bisa mati enak. Wallahualam.

Nb: Mohon maaf dan mohon diingatkan jika ada kata-kata yang tidak pantas.

6 thoughts on “Persiapan Pulang

  1. Iya mbah. Bahkan berandai-andai di posisi mereka aja saya juga gabisa. Turut berduka cita dan mayurnuwun diingetkeun. Semoga bisa mempersiapkan diri biar bisa mati nanti enak. Maturnuwun.

    Like

  2. Aku pernah baca entah Hadits atau apa, lupa. Pada intinya, Bagaimana hobi/kebiasaan kita sehari2 itu yang nantinya akan “mewarnai” akhir hidup kita. Bismillah, semoga selalu diberi kekuatan untuk berbuat kebaikan. Aamiiin..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s