polisi tidur

Polisi Tidur


Bismillaah…

Siapa yang tidak kenal polisi tidur. Cara orang untuk membatasi kecepatan kendaraan yang sedang meluncur. Karena kalau tidak berhati-hati melewatinya bisa-bisa jatuh tersungkur. Berbentuk gundukan teratur, tapi bukan gundukan kubur. Biasanya dipasang memanjang selebar jalan, melintang, dan membujur.

Orang-orang sering menyebutnya secara singkat sebagai poldur. Tapi banyak juga yang bahasanya masih campur-campur. Ada yang meng-english-kannya sebagai sleeping cop lah, sleeping policeman lah, dan lain-lain yang tidak kalah ngawur. Berdasarkan informasi yang saya sadur. Sepertinya yang lebih cocok untuk universal english adalah speed bump, Brur…

Ternyata, poldur juga dapat dikategorikan sebagai bagian dari infrastruktur. Infrastruktur jalan raya untuk transportasi darat, baik yang dua arah, satu arah, atau banyak lajur. Sehingga wajar kalau poldur juga ada standar aturan yang mengatur. Pembuatannya, bahannya, lokasinya, jarak intervalnya, ukuran ketinggian dan kelandaiannya, semua terukur.

Tapi sayang, pembuatannya seringkali tidak teratur. Banyak masyarakat awam yang tidak mengacu pada standar baku Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan, salah satunya polisi tidur. Ada yang bahannya beton keras seperti tank tempur. Ada juga yang melempem seperti lumpur. Sehingga kalau dilewati pasti mudah hancur. Ada yang bentuknya tinggi lancip tidak standar dan fatal bagi yang kurang mujur. Bukan hanya bisa membuat chasis mobil terbentur. Tapi juga berpotensi merusak suspensi, dan kaki-kaki, sekalipun brand-nya sudah sangat termasyur.

Entah apakah sekarang masyarakat begitu murka akan banyaknya alay’ers dengan kebiasaan berkendaranya yang ngawur. Ataukah hanya gebyah uyah ke semua pengguna jalan, tanpa terkecuali, mungkin termasuk gubernur. Atau hanya karena masalah dana pembangunan dari pemkot yang tidak mengucur. Sehingga banyak yang berinisiatif membangun sendiri sekenanya walaupun tanpa jasa insinyur. Sehingga jangankan ada marka atau rambu yang dipasang, coraknya pun dengan warna jalan di sekelilingnya kebanyakan membaur. Apalagi pas hujan deras mengguyur. Pengendara motor yang ngebut di malam hari pasti akan jatuh babak belur. Dan misi warga sekitar pun sukses karena strateginya manjur.

Maaf, substansinya agak ngelantur. Sedikit terinspirasi dari Abdur. Runner up SUCI 4 Kompas TV sebagai salah satu perwakilan Indonesia bagian timur. Semoga menghibur.😀

————–

Catatan Penting

Hasil pandangan mata di jalan dekat tempat tinggal. Sudah ga masuk akal, masa bikin poldur pake besi seng yang dipaku di aspal. Begitu besi sengnya koyak, pakunya otomatis mencuat. Tinggal menunggu ban siapa yang jadi korban. Semoga bukan ban saya. Heuheu

IMG700

Dua yang bawah, sepertinya sia-sia membuat poldur dengan bahan semen yang adukannya tidak merata. Ada bagian-bagian tertentu yang kalau diinjak kaki saja remuk. Jadinya malah seperti arena balap mengemudi halang rintang. Kebanyakan pengendara motor berjalan zig-zag agar tidak kena poldur yang masih utuh dan biar cepat nyampe tujuan. Jadi buat apa dipasang poldur kalau yang lewat tetap bisa ngebut.

IMG700

IMG700

Ada satu lagi sebenarnya. Tipikal poldur yang sama sekali tidak efektif. Poldur yang dibangun di atas jalan yang masih rusak parah. Anehnya, saya justru banyak menemui tipe poldur seperti ini di jalan-jalan kawasan perumahan mewah. Rumahnya sih bagus-bagus, tapi kondisi jalannya mengenaskan. Dipasang poldur lagi. Beuh.

————–
Referensi:
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Speed_bump
http://faddo83.blogdetik.com/2013/04/24/bijaklah-dalam-membuat-polisi-tidur/

2 thoughts on “Polisi Tidur

  1. Wah.. gak standar banget bikin poldur nya itu.
    Kebanyakan yg saya temui, dibagian poldur pasti aspalnya rusak / berlubang. Sebab kalo hujan poldur-poldur itu bikin air menggenang di sekelilingnya, genangan air yg lama itulah yg bikin aspal rusak.

    Dilematis juga ya, gak dipasang poldur, jalanan bakal dibikin arena track-trackan para alayers. Kalo dipasang poldur, bikinnya ngasal, bikin rusak jalan.

    Like

    1. Ya betul Mas. Kalau ga dipasang poldur bisa ugal-ugalan. Tapi kalau dipasang semuanya kena imbasnya. Bahkan termasuk kendaraan fasilitas darurat seperti ambulan, mobil pemadam kebakaran, dll yang seharusnya dituntut cepat juga terhalang kelajuannya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s