Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah


Bismillaah…

Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ridwan Kamil selaku walikota Bandung yang sudah menerapkan aturan denda bagi mobil-mobil yang tidak menyediakan tempat sampah di dalamnya. Terlepas dari pro dan kontra soal aturan ini, saya lebih dulu mengapresiasi saja. Karena bagaimanapun juga pak walikota sudah konkrit berinisiasi mengatasi permasalahan buang sampah sembarangan ini. Walaupun pasti ada celah kekurangan yang perlu dikritisi. Daripada tidak melakukan apa-apa. Daripada yang kerjaannya hanya nyinyir selalu. Daripada daripada kan mendingan mendingan.

Soal buang sampah sembarangan di jalan raya ini memang cukup “ga enak”. Faktanya, memang “banyak” pelakunya. Mulai dari yang paling remeh, pengendara motor yang membuang puntung rokoknya pas selagi jalan. Sampai pengendara mobil yang seenaknya membuang tisu atau kulit kacang dari balik jendela ribennya yang gelap ketika sedang melaju. Saya sendiri cukup sering melihatnya dengan mata kepala sendiri. Siaran langsung. Bukan HOAX. Apalagi tipu-tipu. Hanya saja tidak pernah sempat memotret atau mem-video-kannya. Kecuali ada yang ikhlas memberi sumbangan kepada saya sebuah kamera GoPro Hero. Insya Allah saya juga akan ikhlas memasangnya live di kepala helm saya.

Nah, apakah langkah yang dilakukan oleh pak walikota ini sudah cukup efektif? Lumayan lho dendanya. Kalau tidak salah sebesar Rp.250.000 jika kedapatan tidak menyediakan tempat sampah di dalam mobil. Yaa… dikembalikan ke masing-masing pribadi saja. Jika dibalik kita sendiri yang jadi walikota, apa yang kira-kira bisa dilakukan untuk membuatnya efektif. Atau kalau memang tidak setuju sama sekali dengan kebijakan tersebut, yaa apa solusinya yang lain. Bukan hanya tipikal jawaban seperti ini, “daripada ngurusin sampah mendingan ngurusin macet Pak”. Hadeuh.

Ada satu opini yang cukup menarik. Kira-kira begini uraiannya:

Urusan ada atau tidaknya tempat sampah itu kan urusan pribadi yang punya mobil. Bukan aturan yang harus dipaksakan. Ruang di dalam mobil adalah ruang privasi, bukan ruang publik yang wajib terdampak oleh peraturan yang bersifat umum.

Hmm… Ok. Menurut saya opininya sah sah saja. Tapi apa ga sebaiknya dikesampingkan dulu untuk kepentingan yang lebih umum ya? Toh menyediakan tempat sampah di dalam mobil juga bukan urusan yang rumit, serumit mengurus KTP. Tapi, tetap saja ada yang mempermasalahkan hal-hal yang kurang penting. Misalnya, “kriteria tempat sampahnya seperti apa ya? apakah harus berupa tempat sampah plastik yang dibeli di supermarket? ataukah bisa berupa drum/tong/kaleng bekas? atau cukup pake plastik kresek sudah bisa memenuhi aturan?”. Hadeuh lagi. Serta banyak pendapat-pendapat “sampah” lain, yang bukan hanya ga bermutu, tapi juga… ah sudahlah. Saya pun ga tega menuliskan link beritanya di sini. Mungkin sudah pada tahu. Maaf menggebu-gebu.

Saya sih percaya bahwa orang selevel walikota, pasti punya rencana ke depan terkait kebijakan-kebijakan yang dilakukan. Kalau memang ada kritikan, uneg-uneg, ketidaksetujuan, bisa disalurkan pada media yang tepat. Setidaknya Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) yang saya tahu sudah memposisikan diri sebagai walikota yang terbuka akan aspirasi masyarakatnya.

Ngomong-ngomong, kayaknya seru kalau ada “bak sampah drive thru“. Bak pembuangan sampah yang bisa diakses menggunakan mobil tanpa turun terlebih dahulu. Mirip-mirip seperti drive thru-nya restoran cepat saji gitu lah. Just my two cents.

5 thoughts on “Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah

    1. maaf mas bro sebelumnya gua juga yg rada ngrasa aneh sama kebijakan ini. selama ini gua ga ada tong sampah di mobil, klo ada sampah ya nyampah aja di dalam mobil, entah naroh di sela2 cup holder / buang gitu aja.. (menahan diri untuk tidak buang keluar, sampe rumah baru kumpulin n masukin tong sampah)… *jorok juga sih. ya okelah gua setuju. beli tempat sampah yg murah aja , klo mahal mobil kali *sparta

      – cara razia nya gmn ya yg efektif.
      – ide tempat sampah drive tru boleh juga. tapi khusus klo nyampahnya udh banyak. klo dikit2 kagok.

      Like

      1. Sebelum ada razia ini ane jg ga pake tempat sampah bro. Belarakan dimana-mana. Tau sendiri kan kalo ada anak kecil gmn. Apalagi kl ada makanan. Pokoknya siomay spuartaaa… :v

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s