Persiapan Pulang


Akibat kejadian ini dan beberapa peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat yang cukup kerap melanda maskapai penerbangan Indonesia, saya jadi mikir. Bagaimana jika seandainya saya adalah salah satu penumpang dari pesawat yang jatuh tersebut. Takut, itu pasti. Beberapa kali naik pesawat, kadang tangan dan kaki saya gemetar dengan sendirinya. Mungkin saya menderita phobia ketinggian, walaupun logika saya tetap menolak hal itu. Tapi di samping itu, mungkin saya akan merasa bersyukur, karena sempat mempersiapkan diri sebelum berpulang, walaupun sesaat. Continue reading Persiapan Pulang

Advertisements

Makan Apa?


Pertimbangan paling utama adalah, siapa yang kita beri makan. Kebanyakan orang, termasuk saya sendiri, seringkali lupa siapa sesungguhnya yang kita beri makan. Makanan sih masuknya ke tubuh kita. Tapi seringnya yang justru kita beri “sesajen” adalah nafsu, amarah, stres, patah hati, kebosanan, dan sejenisnya. Berapa banyak orang yang tiba-tiba menjadi makhluk buas pemakan segala ketika sedang stres? Berapa banyak orang yang ketagihan mengonsumsi asap rokok dan kopi pahit demi mengusir rasa bosan? Berapa banyak orang yang mati nenggak narkoba hanya karena gengsi pada awalnya? Continue reading Makan Apa?

ATM windows xp

ATM Bermasalah


ATM-nya restart sendiri bo’. Perasaan, ATM itu di-restart kalau pas ada petugasnya datang, pas mau refill uangnya. Ya bukan ya? Atau saya saja yang ndeso. Hehe. Karena kepo, ya sudah, saya pantengin saja sekalian, mulai dari booting sampai jalan lagi aplikasinya. Rupanya spek komputernya terhitung jadul. Kalau tidak salah ya… prosesor masih menggunakan Pentium 4, RAM masih di kisaran 512MB, dan OS-nya menggunakan Windows XP. Berhubung sudah kepalang kepo, pas proses booting sengaja saya pencet-pencet semua tombolnya. Berharap ada sesuatu yang terjadi. Dan ternyata benar, proses booting-nya sempat ter-interrupt. Continue reading ATM Bermasalah

Gigit [Dua Dunia]


Kombinasi yang aneh. Satunya dari dunia medis, sementara yang satu lagi dari dunia digital. Yang satu berurusan dengan banyak orang. Sementara yang satu lagi hanya berkutat dengan benda virtual yang sejatinya adalah benda mati. Seakan tidak nyambung. Tapi alhamdulillah kami begitu menikmati kebersamaan kami. Saling melengkapi, saling support, dan maju bersama dalam cinta. Continue reading Gigit [Dua Dunia]

desain web bagian 3

Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 3)


Postingan ini adalah lanjutan dari bagian kedua, Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 2).

Kalau rentang-rentang waktu sebelumnya saya masih sedikit terlibat dalam pembuatan web, sehingga lumayan tahu apa yang menjadi tren dan bagaimana detailnya. Namun untuk yang ini saya sudah mulai jarang ikut andil, lebih banyak di mobile apps. Jadinya mungkin hanya sebatas review dari sumber-sumber yang pernah saya baca saja. Continue reading Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 3)

desain web bagian 2

Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 2)


Postingan ini adalah lanjutan dari bagian pertama, Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 1).

Rentang masa yang ini sepertinya lebih beragam tipikalnya. Mungkin karena perkembangan teknologi web waktu itu pas sedang dalam kondisi hebat-hebatnya **apa sih**. Atau mungkin sayanya saja yang merasa demikian karena baru merasakan keluar dari kungkungan dunia perkuliahan lalu masuk dunia kerja. Tapi yang jelas memang terlihat banyak pernak-pernik yang mewarnai desain web di rentang 2005 – 2008. Continue reading Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 2)

desain web bagian 1

Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 1)


Sebenarnya terlintas di pikiran mau mendokumentasikan sejarah komplit tentang perkembangan web design dari masa ke masa. Tapi berhubung belum nemu sumbernya, referensinya sedikit, ga terlalu kompeten, bukan profesional di dunia web, ga bisa print screen halaman web yang telah lampau **banyak alasan lah pokoknya**, ya sudah, cerita saja based on pengamatan dan pengalaman. Continue reading Desain Web dari Dulu Hingga Kini (Bagian 1)

uang receh

Membeli Bensin dengan Uang Receh


Ternyata, bertransaksi menggunakan uang berbentuk receh-ceh dengan volume yang banyak-nyak, masih acceptable lho. Tapi, sebaiknya jangan langsung dikumpulkan dalam satu wadah, lalu dibawa apa adanya, hingga berbunyi “kricik-kricik”. Selain bunyinya cukup mengganggu, proses pembayaran yang nantinya kita lakukan akan jadi merepotkan. Ya masa musti dihitung satu-satu dulu di depan yang jualan. Kalau belinya di warung beras Bu Lela di pojokan gang yang relatif sepi sih gapapa. Tapi kalau transaksinya di tempat-tempat yang ada antrian panjangnya, seperti: pom bensin, minimarket, atau supermarket, ya bisa-bisa dimarahi orang-orang sekampung. Continue reading Membeli Bensin dengan Uang Receh

Dilema Memfotokopi


Di era digital ini, kok rasanya masih ada saja ya urusan-urusan yang mengharuskan persyaratan dalam bentuk hard copy alias fotokopi. Bukan “masih ada” denk, ga berkurang lebih tepatnya. Tengok saja bagaimana ribet kompleksnya berurusan dengan birokrasi surat menyurat di kelurahan atau kecamatan. Semuanya serba kertas. Memang sih, sampai sekarang dunia digital belum sepenuhnya bisa menggantikan berkas-berkas dengan tingkat vulnerability tinggi, seperti: ijazah, akte kelahiran, paspor, dan lain-lain. Karena alasan rentan pemalsuan dan keabsahan masih cukup menjadi isu di negara ini. Belum lagi SDM-nya yang rata-rata masih terlalu dini untuk dikolaborasikan dengan sistem berbasis IT. Continue reading Dilema Memfotokopi

polisi tidur

Polisi Tidur


Entah apakah sekarang masyarakat begitu murka akan banyaknya alay’ers dengan kebiasaan berkendaranya yang ngawur. Ataukah hanya gebyah uyah ke semua pengguna jalan, tanpa terkecuali, mungkin termasuk gubernur. Atau hanya karena masalah dana pembangunan dari pemkot yang tidak mengucur. Sehingga banyak yang berinisiatif membangun sendiri sekenanya walaupun tanpa jasa insinyur. Sehingga jangankan ada marka atau rambu yang dipasang, coraknya pun dengan warna jalan di sekelilingnya kebanyakan membaur. Apalagi pas hujan deras mengguyur. Pengendara motor yang ngebut di malam hari pasti akan jatuh babak belur. Dan misi warga sekitar pun sukses karena strateginya manjur. Continue reading Polisi Tidur

Berlawanan


Semoga bisa lebih berhati-hati dalam penggunaan kata-kata berlawanan semacam ini. Karena segala perkataan yang berkaitan dengan orang lain adalah ghibah. Dan niat melebihkan diri sendiri atas yang lain berpotensi ada unsur riya’ di dalamnya. Setiap perkataan juga bisa jadi merupakan sebagian dari doa. Apa yang diucapkan mungkin akan kembali ke diri kita sendiri. Mohon ingatkan juga saya yang banyak lupa ini untuk berhati-hati dalam segala ucapan dan perkataan. Jika ada yang kurang berkenan, mohon maaf. Continue reading Berlawanan

Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah


Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ridwan Kamil selaku walikota Bandung yang sudah menerapkan aturan denda bagi mobil-mobil yang tidak menyediakan tempat sampah di dalamnya. Terlepas dari pro dan kontra soal aturan ini, saya lebih dulu mengapresiasi saja. Karena bagaimanapun juga pak walikota sudah konkrit berinisiasi mengatasi permasalahan buang sampah sembarangan ini. Walaupun pasti ada celah kekurangan yang perlu dikritisi. Daripada tidak melakukan apa-apa. Daripada yang kerjaannya hanya nyinyir selalu. Daripada daripada kan mendingan mendingan. Continue reading Razia Mobil Tanpa Tempat Sampah

Sapalah dengan Nama


Kalau ada orang menanyakan ke saya tentang pekerjaan apa yang paling boring di dunia? Mungkin akan saya jawab, pekerjaan yang paling boring di dunia ini adalah petugas loket pembayaran pintu tol. Setidaknya itu yang saya amati sekarang. Bayangkan saja, mereka melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang, dengan posisi duduk yang sama, tidak bisa kemana-mana, dan dalam waktu yang relatif lama setiap harinya. Saya kurang tahu berapa jam shift yang diberlakukan untuk pekerjaan ini. Tapi yang jelas saya pernah bertransaksi dengan petugas yang sama ketika membayar tol pas berangkat sampai berangkat lagi (bolak balik dua kali). Padahal jeda keberangkatan yang pertama dengan yang kedua cukup lama. Sekitar 4-5 jam. Continue reading Sapalah dengan Nama

Daerah Resapan Air


Kata tetangga yang sudah lama tinggal di daerah situ sih dulu tidak pernah kejadian seperti ini. Tapi semenjak dibangunnya apartemen Gateway Pasteur, yang memang lokasinya berbatasan langsung dengan kawasan permukiman, jadinya sering kekeringan. Begitu katanya. FYI, Gateway Pasteur (GP) adalah kawasan apartemen di Bandung utara yang sampai saat tulisan ini dibuat, pembangunannya masih berlangsung. GP sendiri menempati lokasi di area sebesar 5,5 Ha yang sebelumnya merupakan lahan kosong dengan beberapa pohon besar yang sudah tertanam entah dari tahun berapa. Continue reading Daerah Resapan Air

Kata-kata Pertama


“Ooeek ooeek” adalah kata-kata pertama yang diucapkan oleh seorang bayi ketika baru lahir ke dunia. Kita tidak pernah tahu apa artinya. Apakah minta minum, apakah teriak kesakitan, apakah tertawa bahagia, ataukah justru sejatinya adalah ucapan pertama atas nama Dzat yang meniupkan ruhnya sewaktu masih di dalam kandungan. Karena hanya itu yang dia kenal pada waktu itu. Kita sendiri juga tidak akan ingat mengapa kita juga mengucapkan hal yang sama. Orang-orang sih menyebutnya sebagai suara tangisan. Ya karena tangisan itulah istilah satu-satunya yang kita kenal ketika pertama kali lahir dari rahim sang ibunda kita tercinta. Continue reading Kata-kata Pertama

Masalah cucian piring kotor

Masalah Sehari-hari


Idenya simpel. Menuangkan masalah-masalah yang dihadapi di sekitar kehidupan sehari-hari selama rentang 50 hari perjalanan, beserta solusinya, kalau ada. Masalah-masalah yang diangkat juga bebas temanya. Tidak terikat pada masalah-masalah berat yang dianggap penting saja. Bahkan kebanyakan merupakan masalah yang diambil dari kejadian-kejadian terdekat dengan aktivitas keseharian. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi. Mulai dari yang sudah dilakukan, hingga angan yang masih di awang-awang. Mulai dari persoalan pribadi, hingga konspirasi dunia yang “katanya” sedang gawat-gawatnya. Bebas saja. Continue reading Masalah Sehari-hari

Unggah-ungguh di Dunia Maya


ID dalam dunia maya tidak selalu mengacu pada setiap personal di dunia nyata. Setiap orang bisa membuat sebanyak apapun ID yang dia inginkan. Sehingga, ID merupakan sesuatu yang sama sekali tidak bisa dipegang terkait korelasinya dengan individu tertentu. Akibatnya, di internet, semua orang bisa menjadi siapapun dengan topeng ID-nya. Mau berkomunikasi dengan siapa pun, bodo amat, mau asal njeplak kayak bagaimana pun, cuek aja, lha wong anonymous (identitas asli orangnya dirahasiakan atau diisi tapi ngasal). Tipikal seperti ini biasanya kita jumpai di ruang chat terbuka yang salah satunya pernah kita kenal dengan nama IRC. Atau di forum-forum bebas seperti Kaskus dengan ID-ID klonengannya. **sengaja nama Kaskus tidak saya kasih bintang-bintang karena Kaskus adalah salah satu karya anak bangsa yang patut diacungi jempol Continue reading Unggah-ungguh di Dunia Maya

Setelah Generasi Jempol, Kini Generasi Kelingking


Bismillaah… Masih hangat di ingatan saya ketika masih “lucu-lucunya” duduk di bangku perkuliahan. Waktu itu, saya dan banyak teman-teman sejurusan, mungkin sampai lintas angkatan, sedang mengikuti sebuah seminar tentang keprofesian di bidang IT. Yang paling berkesan adalah saat ketika salah satu keynote speaker (nah kalau yang ini saya benar-benar lupa siapa gerangan namanya, ibu-ibu kalau tidak salah), bertanya kepada audience tentang siapa yang sampai sekarang tidak menggunakan hp. Sontak, saya dan seorang sahabat saya mengacungkan jari (bukan jari jempol yang digoyang ya, apalagi jari tengah ❗ ) sebagai tanda bahwa kami lah yang mengaku tidak menggunakan hp saat itu. Eh, … Continue reading Setelah Generasi Jempol, Kini Generasi Kelingking