Mengapa Nostalgia Itu Indah?


Bismillaah…

712345a952591c4284017804c2a5d267_400x400

Akhir-akhir ini saya sering mencermati banyak tweet terkait #generasi90an. Saya juga masih mengikuti perkembangan foto-foto, meme, dan kumpulan cerita menarik seputar kehidupan dekade 90-an yang terdapat di Instagram-nya. Saya akui saya cukup terbawa suasana ketika membacanya satu demi satu. Kadang tersenyum sendiri. Kadang geleng-geleng tidak nyambung. Atau bahkan seringnya justru tertawa cekikikan ga jelas karena merasa kagum dengan teman-teman yang masih ingat betul tentang memori masa kecil atau masa mudanya dulu di era 90an.

Faktanya memang hampir semua orang yang mengaku dirinya generasi 90an, mengklaim bahwa masa-masa itu adalah masa yang paling bahagia, paling sempurna. Betul tidak? **hanya ditujukan kepada yang mengaku generasi 90an

Bahkan tidak sedikit yang bernada negatif melontarkan ejekan pada generasi sekarang yang “katanya” kurang bermutu. Bukan bermuka tua ya, walaupun kadang benar adanya, hehe. Contohnya saja ketika membanding-bandingkan kualitas musik. Musik-musik 90an dinilai lebih menekankan pada kualitas bermusik, olah vokal, arrangements, bukan pada “menari”nya atau “joget”nya saja seperti yang banyak dilakukan boyband atau girlband di masa-masa sekarang. “Katanya”. Yaa, saya sih manggut-manggut saja.

Yang tidak kalah ramenya adalah bahasan tentang acara TV. Sungguh sedih tak terkira jika anak-anak sekarang sangat minim menikmati film-film seri superhero, seperti Ksatria Baja Hitam, Power Rangers, Google V, Jiraiya, Winspector, Ultraman. Atau film kartun kebanggaan, seperti Dragon Ball, Kungfu Boy, Samurai-X, Dash! Yonkuro, Candy candy, Saint Seiya, Silver Hawk, Galaxy Ranger, Teenage Mutant Turtles, He-Man, Sailormoon, dan masih banyak lagi. Atau mungkin acara serial malam favorit RCTI, seperti Knight Rider, MacGyver, Airwolf, Hunter, Tour of Duty, Miami Vice, The-A-Team, dan sejenisnya. Nampaknya memang stasiun-stasiun TV pada masa itu telah sukses misinya dalam mem-brainwash acara-acaranya pada setiap orang yang hidup di tahun 90an. Hampir semuanya menancap di otak, termasuk iklan-iklannya.

1516495_866184903405381_938086193_n

Yang tidak ketinggalan adalah obrolan terkait mainan. Terus terang, mainan anak 90an itu buanyak sekali macamnya. Mau yang hand-made seperti mobil-mobilan kulit jeruk ada. Mau yang tinggal potong gagang sapu lalu dibagi tiga seperti pathil lele atau benthik ada. Mau yang agak canggih seperti Tetris (bego lu boleh juga lu) ada. Atau yang versi console di jamannya seperti Sega dan Nintendo juga ada. Mau tinggal dimasukin saku trus dimainin dengan beragam cara permainan seperti kelereng ada. Mau bermain di air juga ada yang namanya kapal trukthuk yang bahan bakarnya dari lilin atau minyak tanah. Walaupun bunyinya hanya “thuk thuk thuk”, seharian penuh kita bisa mantengin ember hanya untuk melihatnya berputar-putar. Bahkan yang paling ga mutu dan ga modal sama sekali pun juga ada. Kita bisa keluar membawa badan doank, lalu ambil beberapa batu atau kereweng di sekitar lapangan, dan permainan bisa langsung dimulai. Varian permainan model ini banyak sekali. Ada engkle / engklak, ongsrot, sepak tekong, dan sejenisnya. Kapan-kapan niatnya saya mau membuat postingan tersendiri terkait mainan-mainan jadul ini.

1921903_1479344218997872_1117336485_n

Yang jelas, begitu banyak kenangan di tahun 90an yang bagi kebanyakan orang tidak mudah untuk dilupakan. Bahkan sengaja dinostalgiakan. Alasannya:

The reason people hold on to memories so tight is because memories are the only things that don’t change when everybody else does.

5 thoughts on “Mengapa Nostalgia Itu Indah?

    1. sekarang menurut saya lebih dominan ke acara2 heboh yg sbnrnya buat dewasa, semacam inbox, atau dahsyat, atau kebanyakan acara2 dugem lainnya… film2 spt upin dan ipin patut diacungi jempol, krn muatannya yg bagus, walaupun porsinya skrg tidak terlalu dominan…

      Liked by 1 person

      1. Hmmmm… semua nonton infotainment ya. Untungnya keponakan saya masih nonton nya upin ipin, masha and the bear, animasi krisna dan kartun kartun lainnya. pas pulang kemaren saya jadi ikut nonton kkkk

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s