Sandal Jepit


Bismillaah…

DSC_7886-1b

Saya ini suka sekali mengenakan sandal jepit.
Memakainya tidak membutuhkan persiapan yang rumit.
Mendapatkannya pun tidak begitu sulit.
Tinggal berjalan kaki sedikit atau naik brompit1.
Menuju salah satu warung atau swalayan favorit.
Tidak perlu kredit karena murahnya selangit.
Sangat membantu bagi yang sedang mengirit.

Saya merasa nyaman mengenakan sandal jepit.
Mudah memakainya, semudah tiga langkah mencampur susu dan biskuit.
Gampang membawanya, segampang penjumlahan bilangan dua digit.
Tahan air, namun hati-hati karena seringkali licin berdecit.
Satu-satunya jenis sandal yang mempunyai spare part per unit.
Namanya srampat2, harga satuannya Rp. 1500, murah bingits3.
Bahannya karet, tidak membuat lecet dan alergi di kulit.

Saya bersyukur ketika mengenakan sandal jepit.
Dapat menjadi pengingat akan masa-masa sulit.
Juga pengingat untuk tidak sombong walaupun sedikit.
Karena bagaimanapun juga hidup ini hanya sekadar transit.
Tidak seperti kebanyakan para elit yang sedang sakit.
Menumpuk-numpuk harta hingga berbukit-bukit.
Tapi yaa… semoga saja negeri ini cepat bangkit.

Sandal jepit…
Alas kaki dengan peringkat kehormatan paling buncit.
Padahal dialah yang sering menemani kita berwudhu di masjid.

Apakah Anda masih menggunakan sandal jepit?

—————————————————————————
1 brompit = bahasa Jawa populer untuk sepeda motor
2 srampat = bagian tali sandal jepit yang biasanya terbuat dari karet
3 bingits = istilah gaul yang sering dipakai untuk menyatakan “banget” atau “sangat”

7 thoughts on “Sandal Jepit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s