Patokannya Apa?


Bismillaah…

Pastinya kita cukup sering menunjukkan kepada orang tentang bagaimana menuju suatu tempat, atau menuju posisi kita berada. Baik ketika ada janji “ketemuan” di suatu lokasi, ataupun sekadar membantu teman yang kebetulan sedang tersesat via telpon. Caranya pun bermacam-macam, ada yang paling umum dengan menunjukkan alamat jalan + nomer, ada juga cara sok modern dengan cukup bilang “liat aja Google Map bro…”, hingga cara yang paling klasik dengan memberitahu terlebih dahulu soal “patokannya di mana”. Masing-masing orang tentu mempunyai cara tersendiri ketika dihadapkan pada posisi sebagai “si penunjuk jalan”. Cara ini biasanya merupakan pembawaan tiap orang. Ada yang sangat cepat dan to the point dalam menunjukkan arah, ada pula yang “mbulet” kesana kemari.

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang hal ini. Tapi saya lupa apa judul referensinya, kapan dan di mana saya membacanya (maaf sepertinya faktor usia, hehe). Di artikel tersebut dikatakan bahwa kecerdasan sosial seseorang ditentukan oleh bagaimana kecepatan dan ketepatannya dalam menunjukkan arah jalan atau lokasi kepada orang lain. Yang dimaksud kecerdasan sosial di sini tentu saja mencakup beberapa faktor, diantaranya: cara berkomunikasi, pola pikir, tingkat emosional, empati, IQ, pengalaman, dan (bisa jadi) tingkat pendidikan. Implementasinya adalah melalui parameter-parameter yang disampaikan ketika kita sedang menunjukkan arah kepada orang lain. Apakah masih menggunakan penanda yang terlalu umum, misal “ntar berhenti pas di depan masjid”. Coba dipikir, memangnya mesjid cuman ada satu? hehe. Atau malah terlalu detail, sehingga sulit melacaknya, contoh “kalo sudah nyampe toko kelontong warna ijo yang jualan ibu-ibu tua telpon lagi yak” -_-‘. Atau apakah menjelaskannya dengan cukup sabar dan melihat background orang yang kita beri arahan. Atau malah cenderung berempati negatif, “bodoh banget sih nih orang, dikasih tau udah jelas gitu malah balik lagi”.

Tapi kadang memang menjadi tantangan tersendiri ketika kita hendak menunjukkan arah jalan kepada orang lain. Ada kalanya kita sudah tahu seluk beluk daerahnya, tapi orang yang kita arahkan belum pernah sama sekali melewati daerah tersebut. Sering pula kita yang justru tidak hapal nama-nama jalan di sekitar orang yang kita guide posisinya. Tapi anehnya, ada saja orang-orang tertentu yang sangat berbakat dalam hal ini. Dengan mudahnya dia mengatakan “persis seberang rumah sakit Al-Islam, belok kiri sampe mentok, trus belok kanan sampe mentok, nah ntar gw samperin ke situ”.

Kebetulan sekitar 3 hari yang lalu saya dan tiga orang teman saya mengalami kejadian agak lucu dan “nyeleneh” terkait hal ini. Waktu itu kami janjian dengan seorang teman untuk bertemu membicarakan (katakanlah) project. Dia bilang “saya di depan masjid Al-Ikhlas di jalan Antasari” (agak de-ja-vu dengan parameter yang disebutkan di atas nih). Dan kami pun dengan pedenya langsung berangkat menuju TKP. Alhasil, ternyata kami berhenti di masjid Al-Ikhlas di jalan yang sama, tapi bukan masjid yang dimaksud (jreng…). Saya pun coba menghubunginya via telpon, dan mendapatkan petunjuk baru “itu kan ada jalan layang di sepanjang jalan Antasari, kalo sudah ketemu jalan layangnya coba lihat ke atas, nah saya ada di P22”. Petunjuk apa pula itu#@*&^$… spontan kami langsung bingung, P22 itu nama jalan atau nomer apaan?? Ternyata eh ternyata, memang ada nomor berurut yang dituliskan persis di bagian bawah sepanjang jalan layang Antasari-Blok M dengan notasi PXX (XX menyatakan nomor berurut, entah menyatakan meter atau blok). Wah, alternatif baru yang cukup cerdas nih. Daripada disuruh mencari patokan mesjid atau toko kelontong, mendingan langsung sebut “saya ada di posisi P26”. Jelas, to the point, tidak menimbulkan persepsi ganda, mungkin masalahnya hanya di sebelah kanan atau di kiri jalan, itu saja. Sepertinya cukup keren jika jalan layang lain juga diterapkan labelisasi serupa.

Image

 

Gambar di-copy dari http://www.antarafoto.com/bisnis/v1344586501/urai-kemacetan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s